Indosat Ooredoo Catatkan Pertumbuhan Laba Bersih Rp1,1 Triliun

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 30 Maret 2018 14:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 30 54 1880068 indosat-ooredoo-catatkan-pertumbuhan-laba-bersih-rp1-1-triliun-Z1xyTFOWJk.jpg Indosat Ooredoo (Foto: Ahmad Luthfi/Okezone)

JAKARTA Operator telekomunikasi, PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) membukukan pertumbuhan kuat dan positif selama 2017. Selama tiga tahun berturut-turut Indosat Ooredoo berhasil membukukan pertumbuhan positif, di mana tahun ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun atau naik sebesar 2,8%.

Melalui keterangan resmi yang diterima Okezone, tahun 2017 Indosat Ooredoo menunjukan pertumbuhan pendapatan yang stabil sebesar 2,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan telah mengantisipasi kenaikan ini sesuai dengan pertumbuhan Industri dan performa perusahaan yang diklaim sangat baik sejak 2016. Pada tahun ini, perusahaan juga membukukan pendapatan konsolidasian perusahaan sebesar Rp29,9 triliun, utamanya didukung oleh pertumbuhan pendapatan segmen B2B atau MIDI hampir 10% dan seluler sebesar 1,7%.

Pendapatan dari layanan data seluler juga tumbuh pesat sebesar 40,2% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp14,5 triliun, yang berasal dari pertumbuhan pengguna smartphone, di mana pada akhir 2017 Indosat Ooredoo memiliki 73 juta pengguna smartphone. Kontribusi pendapatan data seluler pada 2017 mencapai sekira 60% terhadap total pendapatan seluler.

“Kami amat gembira dengan pertumbuhan yang positif ini. Awalnya dengan berbagai tantangan industri yang amat kompetitif, kami memprediksi bahwa perusahaan akan sulit tumbuh, namun dengan berbagai inisiatif perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional, fokus terhadap strategi, transformasi bisnis dan organisasi serta marketing produk yang agresif telah memberikan hasil yang menjanjikan. Laba operasional Perusahaan tumbuh kuat dan sehat, meneruskan performa kuat dibanding tahun sebelumnya,” ujar President Director & CEO Indosat Ooredoo, Joy Wahjudi.

Selain berhasil menaikkan laba bersih perseroan, pertumbuhan Indosat Ooredoo juga ditopang oleh efisiensi beban keuangan. Total utang dari pinjaman bank dan obligasi pada 2017 juga mengalami penurunan sebesar 3,3% atau berkurang sebesar Rp660,2 miliar dibanding 2016, di mana tingkat bunga mengalami penurunan sekira 0,36 persen poin.

Baca juga: Trafik Data Indosat Ooredoo Alami Peningkatan 14,24%

Porsi utang dalam denominasi USD turun sebesar 49,9% dari USD180,1 juta (mewakili 12,1% dari total utang) pada 2016 menjadi sebesar USD90,3 juta (mewakili 6,3% dari total utang) pada 2017. “Dengan hal ini Indosat Ooredoo telah berhasil mengurangi pengaruh fluktuasi nilai tukar USD/Rp,” jelasnya.

Baca juga: Indosat Ooredoo Bangun 17 BTS Baru Dorong Potensi Ekonomi

Untuk mendukung ekspansi dan strategi ke depan, Joy menjelaskan, Indosat Ooredoo akan terus menambah jumlah BTS dan meningkatkan layanan kepada pelanggan. Indosat Ooredoo telah membangun 4.874 BTS tambahan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana 51% di antaranya merupakan BTS 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data yang sangat tinggi. Total jumlah BTS Indosat Ooredoo pada akhir 2017 adalah 61.357 BTS.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini