Share

Perang Nuklir Hancurkan Peradaban Asing di Mars?

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis · Sabtu 31 Maret 2018 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 30 56 1880089 perang-nuklir-hancurkan-peradaban-asing-di-mars-7sHmdaQnG5.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA - Sebuah peradaban maju di Mars dihancurkan oleh perang nuklir yang merusak permukaan Mars. Hal tersebut diklaim melalui video yang diunggah ke YouTube sehingga tampak menghebohkan.

Dilansir dari Daily Star, planet merah terkecil kedua di tata surya tersebut saat ini tidak dihuni karena kedekatannya dengan Matahari. Tetapi, sebuah rekaman video telah membuka mata dan berusaha untuk membuktikan bahwa peradaban maju pernah tinggal di planet tersebut.

Dalam sebuah klip, Mars menunjukkan tanda-tanda bekas luka yang hanya berasal dan dampak dari nuklir. Selain itu kemungkinan perang tersebut memang terjadi, bisa saja terjadi baru-baru ini atau terjadi 50 tahun yang lalu, bahkan 100 tahun yang lalu.

Sementara itu, seorang pria mulai mengembangkan sesuatu untuk mengungkapkan gambar permukaan planet dan mengidentifikasi area yang menyerupai wajah manusia. Pria tersebut juga mengatakan dua dari benda asing tersebut terlihat seperti manusia, dan satunya lagi terlihat benar-benar asing.

Dalam gambar lain diklaim juga bahwa ia telah melihat patung yang seperti mewakili tubuh manusia berbaring di permukaan Mars. Klip tersebut diunggah ke saluran YouTube yang telah dilihat sebanyak 47.500 kali.

Beberapa hari yang lalu, sebuah video muncul dari Mars Reconnaissance Orbiter NASA.

Baca juga: Peneliti Selesaikan Simulasi Hidup di Mars

Gambar berkualitas tinggi menunjukkan wilayah kutub Mars dipasangkan dengan tampilan Google Earth. Tampilan situs web diperbesar ke kutub selatan planet dan menampilkan bukit pasir yang mirip dengan apa yang didiskusikan oleh teori konspirasi.

Baca juga: Curiosity, Robot NASA Pamer Panorama Mars

Orbit matahari kemudian melintasi permukaan, di mana banyak kawah dan formasi batuan dapat terlihat, tetapi tidak ada patung atau kuil manusia. Video tersebut telah mendapatkan banyak perhatian, pemirsa menyukai rekaman berkualitas tinggi, yang membantu membungkam klaim dari gambar yang biasanya buram.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini