LAPAN Pastikan Satelit Tiangong-1 Tidak Jatuh di Indonesia

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Sabtu 31 Maret 2018 16:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 31 56 1880385 lapan-pastikan-satelit-tiangong-1-tidak-jatuh-di-indonesia-OHLni5prdv.jpg Ilustrasi Satelit (sumber : NASA.gov)

JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan jika pada hari ini Sabtu (31/3/2018), posisi pusat penelitian luar angkasa milik China, Tiangong-1 kini sudah berada di 178 km di atas Bumi. Benda tersebut secara konstan diperkirakan mendekati Bumi dengan kecepatan 9KM per hari.

Dengan data ini, pihak LAPAN pun sudah dapat memperkirakan waktu jatuhnya Tiaongon-1 ke Bumi. Kepala Penelitian Bidang Astronomi dan Astrofisika Pusat Sains Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto menyatakan jika sampah luar angkasa tersebut akan jatuh pada 1 April esok.

Padahal sebelumnya LAPAN sempat memperkirakan bahwa masuknya Tiangong-1 akan mengalami keterlambatan.

Baca Juga : LAPAN: Stasiun Antariksa Tiangong-1 Jatuh ke Bumi antara 1-3 April

“Kemarin sempat ada letupan (flare) di Matahari yang membuat atmosfer Bumi sedikit menebal. Hal ini meningkatkan gaya hambat terhadap Tiangong-1. Akibatnya, proses peluruhan orbit terjadi lebih cepat. Tapi setelah flare kemarin, perkiraan waktu jatuh kembali ke 1 April.” jelas Rhorom saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat.

Selain itu, Rhorom juga mengingatkan ke masyarakat agar tidak khawatir. Hal ini dikarenakan sebagian besar dari Tiaongong-1 akan hancur dan terbakar di lapisan atsmofer, sebelum menghantam Bumi. Meski dia tidak menampik adanya kemungkinan bongkahan besar yang bisa saja di terjadi di luar perkiraan.

Baca Juga : Jatuh ke Bumi 4 April, di Mana Tiangong-1 Akan Mendarat?

“Kemungkinan Tiangong-1 akan hancur, tapi ada bongkahan berukuran besar yang tidak terbakar habis di atmosfer. Sisa ini akan jatuh hingga permukaan Bumi” lanjutnya.

Rhorom juga menegaskan bahwa Indonesia akan aman dari jatuhnya Tiangong-1 ke Bumi. Pasalnya, dia telah melakukan pengamatan dengan seksama atas jatuhnya satelit tersebut.

“Akankah jatuh di wilayah Indonesia? Menurut analisis saya tidak. Beberapa saat lalu Tiangong-1 lewat di atas Papua. Orbitnya cenderung bergeser ke arah barat. Esok, tidak akan lewat (atau bahkan jatuh) di Indonesia,” pungkasnya. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini