Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teknologi AI Dapat Prediksi Seberapa Lama Anda Hidup

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Senin 02 April 2018 17:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 02 207 1881012 teknologi-ai-dapat-prediksi-seberapa-lama-anda-hidup-2M9x74Vvo4.jpg Ilustrasi AI (sumber : pexles.com)

JAKARTA - Sekelompok peneliti dari Rusia mengaku telah menciptakan sebuah Artificial Intelligence (AI) yang mampu memprediksi lama hidup seseorang. Hal ini dapat dideteksi melalui perangkat pemakainya, seperti smartphone atau perangkat wearable lainnya.

Tim penelti tersebut melaporkan bahwa mereka menggunakan algoritma bernama convolutional neural network (CNN) di dalam aplikasi yang mereka beri nama Gero Lifespan. Di dalam algoritma tersebut, sudah ditanamkan sebuah sebuah pola “relevan secara biologis” yang sudah mereka dapatkan dari lembaga kesehatan Amerika.

Melansir dari laman Engadget, Senin (2/4/2018), cara kerja dari AI ini sendiri adalah dengan merekam segala data yang telah dikumpulkan oleh aplikasi tersebut. Data ini kemudian diolah dan dicocokkan dengan data yang telah mereka peroleh.

Baca Juga : Gunakan AI, Ilmuwan Temukan 6.000 Kawah Baru di bulan

Hasil pencocokkan data inilah yang kemudian akan menampilkan seberapa lama panjang hidup seseorang, melalui refleksi kehidupan mereka sehari-hari. Mulai dari pola pergerakan, pola tidur hingga detak jantung akan direkam secara menyeluruh.

Para peneliti mengatakan, saat ini aplikasi mereka dapat bekerja dengan beberapa aplikasi lain, seperti Apple Health, Fitbit, serta Rescue Time yang ada di perangkat iOS. Sedangkan hingga saat ini versi Android dari aplikasi ini masih belum diciptakan.

Namun sayangnya, AI ini masih belum bisa memperkirakan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan AI ini masih belum memiliki kemampuan untuk melakukan pendeteksian secara menyeluruh.

Baca Juga : Elon Musk: Teknologi AI Lebih Berbahaya Ketimbang Senjata Nuklir

Misalnya saja, mereka masih belum bisa mengumpulkan data dari makanan apa yang sudah dikonsumsi, menganalisis permasalahan genetika, dan faktor penting lainnya. Namun mereka ingin terus mengembangkan AI agar dapat melakukan hal tersebut.

Terakhir, para tim peneliti mengatakan bahwa idealnya AI ini dipakai oleh para dokter atau praktisi kesehatan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan para dokter untuk memantau tingkat kesehatan para pasiennya. (chn)

(kem)

Berita Terkait

Kecerdasan Buatan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini