Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LAPAN: Tiangong-1 Jatuh di Samudra Pasifik, Indonesia Aman

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Senin 02 April 2018 12:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 02 56 1880879 lapan-tiangong-1-jatuh-di-samudra-pasifik-indonesia-aman-WcIc8xLtoW.jpg Ilustrasi Satelit (sumber : NASA.gov)

JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan bahwa stasiun luar angkasa Tiangong-1 telah jatuh di Samudera Pasifik. Hal ini tentunya merupakan kabar baik dikarenakan banyak masyarakat di beberapa negara, termasuk Indonesia takut benda ruang angkasa tersebut jatuh di atas rumah mereka.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin dalam postingan Facebook-nya mengatakan jika Tiangong-1 sudah melewati Lautan Pasifik, Amerika Selatan, Lautan Atlantik, Afrika, Asia Tengah, dan bagian Timur Asia Tenggara pada Senin (2/4/2018) dini hari.

Kemudian, pada pagi hari ini, benda luar angkasa seberat 8,5 ton ini telah menghantam bumo beberapa jam yang lalu.

Baca Juga : LAPAN Pastikan Satelit Tiangong-1 Tidak Jatuh di Indonesia

“Tiangong-1 telah jatuh di Lautan Pasifik sekitar pukul 07.16 WIB,” ujar Thomas.

Untungnya, seperti perkiraan sebelumnya, Tiaongog-1 telah hancur berkeping-keping sebelum masuk ke lapisan atmosfer bumi. Yang jatuh di Samudera Pasifik hanyalah sebagian kecil dari benda ruang angkasa yang tidak hancur selama memasuki Bumi.

Seperti diketahui, China pertama kali meluncurkan Tiaongong-1 pada 29 September 2011 lalu. Labolatorium antariksa ini merupakan stasiun luar angkasa pertama negara berjuluk Negeri Tirai Bambu tersebut, yang mengorbit di ketinggian 350 kilometer.

Baca Juga : Dua Pilot Laporkan Penampakan UFO di Arizona

Benda luar angkasa ini diluncurkan menggunakan Long March 2F, yang diluncurkan di Jiquan Satelltite Launch Center di China.

Untuk dimensi dari benda luar angkasa berbobot 8,5 ton ini memiliki panjang 10,4 meter dan memiliki diameter 3,4 meter. Kemudian di kedua sisi terdapat panel surya untuk memberikan tenaga kepada stasiun luar angkasa tersebut.

Sayangnya, setelah 5 tahun di opersikan, Tiangong-1 menjadi tidak dapat dikontrol dan mulai mengalami penurunan lintasan orbit. Dan pada beberapa bulan lalu, baru diprediksi bahwa sampah luar angkasa tersebut berpotensi jatuh ke Bumi di wilayah pada rentang 43 derajat lintang utara sampai 43 derajat lintang selatan, termasuk Indonesia di dalamnya. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini