Ikut Facebook, Instagram Batasi Penggunaan API ke Pengembang Aplikasi

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 11:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 03 207 1881358 ikut-facebook-instagram-batasi-penggunaan-api-ke-pengembang-aplikasi-t5je29xWYo.jpg Ilustrasi Instagram (Sumber : pexels)

JAKARTA - Kasus kebocoran data pribadi yang terjadi kepada Facebook ternyata juga mempengaruhi Instagram. Oleh karena itu, sebelum Instagram juga kehilangan para penggunanya, mereka membuat perubahan terhadap keamanan data penggunanya.

Hal ini dilakukan dengan memangkas API terhadap pengembang dan membatasi seberapa sering pihak lain dapat menggunakan API untuk mengumpulkan data para pengguna Instagram.

Hal ini terkuak setelah beberapa pengembang menyadari jika pada akhir pekan lalu, mereka merasa terdapat pengurangan ping terhadap API Instagram. Seperti dilansir dari laman Re:Code, Selasa (3/4/2018), Instagram mengurangi frekuensi ping dari 5.000 ping per jam menjadi 200 ping per jam.

Baca Juga : Fitur Change Number WhatsApp Segera Sambangi Pengguna

Beberapa pengembang bahkan melaporkan bahwa mereka kehilangan akses ke API sepenuhnya. Tentu saja, hal ini membuat para pengembang kebingungan karena tidak ada pemberitahuan resmi oleh Instagram.

Memang sebelumnya, pihak Instagram pernah mengatakan jika mereka akan melakukan penyesuaian pengaturan akses data pengguna platform mereka. Namun mereka mengatakan akan melakukan hal ini pada musim panas mendatang, dan akan memberikan akses terbatas secara khusus pada 2020 mendatang.

Meski para pengembang tidak terlalu senang dengan perubahan yang mendadak ini, namun hal tersebut masuk akal. Pasalnya, sebagai anak perusahaan Facebook, mereka tidak ingin melakukan kesalahan yang sama.

Sekedar informasi, dengan pembaruan kebijakan terkait API ini, para pengembang kini semakin merasakan keterbatasan mereka dalam mengakses data pengguna. Hal ini dikarenakan mereka menggunakan data pengguna untuk memberikan informasi yang tepat bagi pengguna, seperti pemilihan iklan yang tepat bagi pengguna internet.

Baca Juga : Sempat Diblokir, Instagram Segera Perbolehkan GIF Giphy di Stories

Sayangnya, pihak Instagram masih enggan memberikan penjelasan terkait dengan masalah pembatasan API ini. Begitu pun dengan pihak Facebook yang menghindar dari pertanyaan tersebut.

Untuk mengingatkan kembali, pada akhir bulan lalu, terungkap sebuah fakta di mana ada lebih dari 50 juta data pengguna Facebook yang bocor ke pihak Cambridge Analytica. Ternyata, data ini bocor dari sebuah aplikasi pihak ketiga, yang ternyata memiliki kemampuan untuk mengambil data pengguna tanpa sepengetahuan Facebook dan para penggunanya.

Pihak Cambridge Analytica pun mengaku sudah menghapus data tersebut. Meski demikian, pihak otoritas Amerika melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kasus tersebut. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini