5 Vendor Ponsel dengan Penjualan Terbesar Sepanjang 2017 di Indonesia

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 20:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 03 207 1881587 5-vendor-ponsel-dengan-penjualan-terbesar-sepanjang-2017-di-indonesia-OVX7fCEFFM.jpg Ilustrasi Tumpukan Smartphone (sumber : digitaltrends.com)

JAKARTA - International Data Coorporation (IDC) Indonesia baru saja mengumumkan lima vendor smartphone terbesar di Indonesia periode 2017. Dalam data yang hadir kali ini, terlihat sebagian besar penjualan dipimpin oleh vendor luar negeri.

Seperti pada 2016, Samsung masih merajai penjualan smartphone terbanyak di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 31,8 persen. Jumlah ini meningkat cukup drastis mengingat di 2016, vendor asal Korea Selatan tersebut hanya memiliki pangsa pasar sebesar 28,8 persen saja.

Di posisi kedua ditempati oleh Oppo dengan pangsa pasar sebesar 22,9 persen atau naik sekira 6,3 persen jika dibandingkan dengan 2016. Sedangkan di posisi ketiga ada satu-satunya vendor smartphone asal Indonesia yakni Advan.

Baca Juga : Riset: Layar Besar Bikin Pengguna Sering Menatap Layar Smartphone

Pada 2017, Advan berhasil menggeser posisi Asus dengan meraih pangsa pasar 7,7 persen. Sedangkan Asus harus turun ke posisi keempat dengan pangsa pasar 6,5 persen saja. Advan mengalami peningkatan sekira 0,9 persen sedangkan Asus mengalami penurunan sekira 4 persen, jika dibandingkan dengan 2016.

Sedangkan di posisi kelima, Vivo berhasil meraih pangsa pasar sebesar 6 persen atau meningkat sebesar 0,4 persen jika dibandingkan dengan tahun 2016.

Secara keseluruhan, jumlah penjualan smartphone sepanjang 2017 disebut meningkat jika dibandingkan dengan 2016. Akan tetapi, peningkatannya sangat kecil, hanya sekira 100 ribu unit saja.

Meski mengalami peningkatan penjualan tahunan, namun ternyata di kuartal keempat 2017 terdapat penurunan penjualan. Associate Market Analyst, IDC Indonesia Risky Febrian menyatakan jika ada penurunan penjualan sebesar 9 persen jika dibandingkan kuartal yang sama pada 2016.

"Kuartal keempat selalu menjadi kuartal dengan pengiriman tertinggi sejak 2013, tetapi ini berubah pada 2017. Kebanyakan vendor akan mengirim dalam jumlah yang lebih besar untuk persediaan untuk perayaan akhir tahun dan Harbolnas tetapi tidak dapat melakukannya kali ini, sehingga total pengiriman kuartal IV 2017 lebih rendah dari yang diharapkan, meskipun ada pertumbuhan signifikan dari vendor teratas," jelas Febrian dalam rilis yang diterima Okezone, Selasa (3/4/2018).

Baca Juga : 5 Smartphone dengan Harga Termahal di Dunia, Berminat?

Selain itu, Febrian juga menjelaskan alasan mengapa vendor besar tetap bertengger di urutan atas penjualan terbaik. Hal ini ada sangkut pautnya dengan aturan TKDN yang berubah menjadi 30 persen pada awal 2017.

“Para vendor unggul dapat bereaksi dengan cepat dengan memenuhi persyaratan baru, meskipun ada komitmen finansial yang lebih berat, sehingga dapat mengamankan dan memperkuat posisi mereka di Indonesia,” kata Febrian.

"Ketika siklus penggantian device mulai bertambah lama dan para vendor tersebut menjadi semakin menonjol di Indonesia, vendor lain dengan mindshare yang lebih rendah dan portofolio produk yang kurang kompetitif, kemudian kehilangan pangsa pasar mereka," pungkasnya. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini