Masyarakat Indonesia Lebih Suka Buka Internet via Smartphone

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 19:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 04 207 1882130 masyarakat-indonesia-lebih-suka-buka-internet-via-smartphone-ByCoaAWUxs.jpg Ilustrasi Menggunakan Smartphone (Sumber : Pixabat.com)

JAKARTA - Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sepanjang 2017 menyebutkan masyarakat Indonesia ternyata lebih gemar menggunakan smartphone mereka untuk mengakses internet.

 

APJII mengungkapkan dari 262 juta orang masyarakat Indonesia, sekira 50,08 persen ternyata mengaku memiliki dan menggunakan smartphone untuk mengakses internet. Jika dibandingkan dengan para pemilik dan pengguna PC atau laptop yang hanya 25,72 persen, tentu saja perbedaan ini cukup jauh.

 

Kecenderungan para pengguna internet di Indonesia pun berpusat kepada penggunaan aplikasi chatting. Hal ini dikarenakan sekira 89,35 persen pengguna mengaku menggunakan internet untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Baca Juga : APJII: Pengguna Internet Indonesia di 2017 Jadi 143,26 Juta dengan Durasi 1-3 Jam

 

Penggunaan media sosial di Indonesia pun dirasa cukup tinggi. Sekira 87,13 persen pengguna inernet mengaku sering kali mengakses media sosial saat membuka internet. Namun sayang, tingkat kesadaran penguna internet Indonesia untuk mengakses artikel cukup rendah.

 

Jumlah pengakses artikel di internet pun hanya mencapai 55,30 persen. Jumlah ini bahkan lebih rendah jika dibandingkan tingkat pengaksesan video yang mencapai 69,64 persen.

 

Para pengguna internet melalui smartphone pun sepanjang 2017 terlihat sudah mulai banyak menggunakan aplikasi berbayar maupun berlangganan sebuah aplikasi. Setidaknya, sekira 11,41 persen pengguna internet Indonesia telah menggunakan aplikasi berbayar. Sedangkan ada sekira 6,29 persen pengguna internet telah berlangganan aplikasi setiap bulannya.

Baca Juga : 5 Vendor Ponsel dengan Penjualan Terbesar Sepanjang 2017 di Indonesia



Sayangnya, saat melihat tingkat penggunaan aplikasi lokal, rupanya masih banyak yang tidak percaya untuk menggunakannya. Hanya 5,5 persen pengguna yang mengaku sangat sering menggunakan aplikasi karya anak bangsa.

 

Sedangkan sekira 23,46 persen mengaku jika mereka sering menggunakan aplikasi lokal dan 56,79 persen mengatakan jarang menggunakan aplikasi lokal. Yang parahnya, sekira 14,20 pengguna internet mengaku tidak pernah menggunakan aplikasi lokal sekalipun.

 

Sekadar informasi, penetrasi pengguna internet pada 2017 tercatat lebih baik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2017, tingkat penetrasi internet mencapai 54,68 persen sedangkan pada 2016 hanya mencapai 51,8 persen saja. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini