nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Facebook Kurangi Kumpulkan Histori Panggilan Telefon dan SMS

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 05 April 2018 12:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 05 207 1882424 facebook-kurangi-kumpulkan-histori-panggilan-telefon-dan-sms-s0i2s8r0jw.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Menyusul kebocoran data puluhan juta pengguna Facebook, terkuak juga bahwa selama ini perusahaan tersebut mengumpulkan histori SMS dan panggilan telefon di perangkat Android.

Facebook memiliki fitur opt-in yang meminta akses ke kontak, data SMS dan panggilan telefon di perangkat Android, algoritme menggunakan data tersebut untuk merekomendasikan pertemanan.

Pengguna Facebook setelah mengetahui kasus Cambridge Analytica segera mengunduh data pribadi dan menemukan terdapat histori SMS dan panggilan telefon, seperti dilansir laman The Verge.

Facebook menyatakan akan memperbaiki fitur tersebut, mereka mengaku tidak mengumpulkan konten pesan dan akan menghapus log SMS dan telefon yang berusia lebih dari setahun.

“Di waktu yang akan datang, penguna akan hanya mengunggah ke server kami informasi yang diperlukan untuk fitur ini,” kata Chief Technology Officer Facebook, Mike Schroepfer.

Perubahan ini merupakan salah satu langkah Facebook untuk membatasi akses data di jejaring sosial tersebut. Facebook hanya mengumpulkan data tersebut dari perangkat Android, sejauh ini perangkat berbasis iOS memblokir akses ke histori panggilan dan SMS ke aplikasi lain.

Informasi yang beredar sebelumnya mengungkapkan, pihak Facebook mengabarkan bahwa Indonesia masuk dalam daftar korban kebocoran data Facebook. Tak tanggung-tanggung, jumlah korban yang terdapat di Indonesia mencapai lebih dari 1 juta pengguna.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Facebook melalui laman blog resmi mereka, CTO Facebook Mike Schroepfer mengungkapkan jika data yang telah dibobol mencapai 87 juta pengguna.

Baca juga: Menkominfo Rudiantara: Saya Tak Ragu Blokir Facebook

Kebanyakan, korban datang dari Amerika dengan total pengguna menjadi korban sekira 70,6 juta, atau sekira 81,6 persen. Sedangkan di urutan kedua ada Filipina dengan jumlah korban mencapai 1,17 juta atau sekira 1,4 persen dari total korban.

Baca juga: Capai 2 Miliar, Facebook Jadi Medsos dengan Jumlah Pengguna Terbesar di Dunia

Sedangkan sekira 1,2 persen data atau sebanyak 1.096.666 data pengguna Facebook Indonesia disalahgunakan. Jumlah ini membuat Indonesia berada di urutan ketiga dalam kobocoran data Facebook tersebut.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini