Soal Kebocoran Data, CEO Facebook: Tidak Ada yang Dipecat

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 05 April 2018 19:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 05 207 1882691 soal-kebocoran-data-ceo-facebook-tidak-ada-yang-dipecat-mTcNvVai9Z.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Jejaring sosial Facebook telah mengungkap jumlah pengguna yang datanya telah diambil oleh Cambridge Analytica mencapai 87 juta pengguna. Mayoritas korban datang dari Amerika, dan sisanya dari negara-negara lainnya.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg telah mengakui kesalahannya dan perusahaan telah menyiapkan langkah-langkah yang akan ditempuh atas kejadian ini. Dikabarkan, Facebook akan mengumumkan kepada pengguna bila informasi mereka telah diberikan kepada pihak lain dengan menambahkan sebuah link pada news feed.

Perusahaan juga membatasi akses untuk aplikasi pihak ketiga dan menghapus logs ponsel dan teks setelah satu tahun.

Peristiwa ini boleh jadi mempengaruhi kepercayaan publik atau masyarakat dunia akan keamanan Facebook. Meskipun demikian, tampaknya tidak ada orang di perusahaan jejaring sosial itu yang akan dilepaskan sebagai konsekuensinya.

Dalam panggilan konferensi media, Mark Zuckerberg menegaskan bahwa tidak ada karyawan yang dipecat setelah skandal itu. "Pada akhirnya hari ini adalah tanggung jawab saya," katanya.

Mark tampaknya masih optimis terhadap dirinya. Ketika Mark ditanya apakah dia masih merasa orang terbaik untuk menjalankan Facebook, dia menyebut 'ya'.

Mark lebih lanjut ditanya apakah ia melihat adanya perubahan dari gerakan #deletefacebook. Ia mengatakan bahwa hal itu tidak menimbulkan dampak berarti yang bisa diamati olehnya.

"Saya tidak berpikir ada dampak berarti yang kami amati. Lihat, itu tidak baik. Saya tidak ingin orang lain menjadi tidak senang dengan layanan kami," ujarnya.

Baca juga: Data Bocor, Australia Mulai Lakukan Investigasi Facebook

Informasi yang beredar sebelumnya mengungkapkan, berbagai upaya tengah dilakukan oleh Facebook guna meningkatkan keamanan dan mengembalikan kepercayaan pengguna, seperti mempermudah pengguna mengakses pengaturan privasi. Sayangnya, hal tersebut tidaklah cukup.

Baca juga: Data Pengguna Facebook Indonesia Bocor, Facebook Terancam 12 Tahun Penjara

Kini, mereka mencoba untuk membatasi akses dengan cara berbeda. Salah satunya adalah menghapus log percakapan yang sudah berusia satu tahun atau lebih.

Selain itu, media sosial besutan Mark Zuckerberg tersebut juga akan menonaktifkan kemampuan mencari pengguna menggunakan alamat email atau nomer telepon. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pencarian informasi menggunakan kedua data tersebut.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini