Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lidah Api Matahari Menjulur hingga Ketinggian 500 Ribu Kilometer

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 09 April 2018 06:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 08 56 1883815 lidah-api-matahari-menjulur-hingga-ketinggian-500-ribu-kilometer-tlFFQQN4NX.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Matahari adalah bola gas yang berpijar. Umurnya 5 miliar tahun, diameternya lebih dari 1,33 miliar kilometer, keliling lingkarannya 325 kali keliling lingkaran Bumi.

Matahari memiliki berat mencapai 332 ribu kali lipat berat Bumi. Temperatur di bagian tengahnya mencapai 20 juta derajat Celcius, sementara pada permukaannya sekira 6.000 derajat Celcius.

Buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan mengenai matahari. Disebutkan bahwa matahari memiliki lidah api yang menjulur dari permukaannya.

Api itu menjulur sampai pada ketinggian 500 ribu kilometer dan terus-menerus memuntahkan energi sekira 168.400 tenaga kuda (horse power) per meter persegi.

Dari energi sebesar itu, hanya satu per dua juta saja yang sampai ke Bumi. Matahari hanya sebuah bintang kecil. Ia tidak termasuk kategori bintang besar.

Pada permukaan matahari, terdapat topan elektrik dan magnetik yang sangat dahsyat. Persoalan yang membingungkan para ilmuwan adalah fakta bahwa matahari senantiasa memancarkan energi panas yang sama sejak jutaan tahun yang lalu.

Maka, tidak diragukan lagi bahwa proses pembakaran yang terjadi di dalam tubuh matahari tidak seperti yang manusia bayangkan. Sebagian ilmuwan berpendapat bahwa meteorid dan meteor yang berjatuhan di permukaan matahari menggantikan suhu panas matahari yang hilang karena proses penyinaran.

Terbukti kemudian bahwa proses reproduksi energi matahari merupakan perubahan dari gas hidrogen yang terdapat melimpah di tubuh matahari juga di tubuh bintang-bintang lain menjadi gas helium.

Hal itu terjadi melalui serangkaian reaksi nuklir yang kompleks dan menghasilkan energi yang sangat besar dan tak terbayangkan.

Matahari sebagai Sumber Energi

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Manfaat Benda-Benda Langit dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai matahari sebagai sumber energi.

Energi yang mengarah ke Bumi menempuh jarak 150 juta kilometer. Panas yang terpancar darinya dinikmati manusia dan makhluk lain di Bumi dalam kehidupannya.

Baca juga: Masya Allah, Tanda-Tanda Kiamat Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Selain itu, panasnya juga dapat dimanfaatkan sebagai penghangat biosfer planet Bumi dan berperan dalam proses fotosintesis dari segala jenis tumbuhan. Salah satu ayat Alquran mengungkap mengenai matahari.

Baca juga: Menakjubkan! Terungkap Fakta Tentang Matahari dalam Penjelasan Alquran dan Sains

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam," Surah Al-A’raf Ayat 54.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini