Lagi, Facebook Tutup Aplikasi yang Mengoleksi Data Pribadi Pengguna

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Senin 09 April 2018 18:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 09 207 1884210 lagi-facebook-tutup-aplikasi-yang-mengoleksi-data-pribadi-pengguna-z0ShUNbjYe.jpg Logo Facebook (Sumber : Pexels)

JAKARTA - Facebook dikabarkan telah menutup sebuah aplikasi pihak ketiga bernama You Are What You Like. Aplikasi ini ditengarai memiliki sistem yang sama dengan Cambridge Analytica, di mana mereka mengambil data pengguna Facebook tanpa sepengetahuan mereka.

Melansir dari laman Engadget, Senin (9/4/2018), aplikasi besutan CubeYou ini sendiri pertama kali ditemukan oleh pihak CNBC. Ditemukan bahwa You Are What You Like mengambil data para pengguna Facebook, yang kemudian dijual kembali kepada perusahaan iklan.

Untuk cara kerja sendiri hampir sama dengan Cambridge Analytica, di mana pengguna ’ditipu’ dengan aplikasi tes kepribadian. Aplikasi ini dikatakan mampu memprediksi kepribadian pengguna berdasarkan preferensi dari Facebook Anda.

Baca Juga : Demi Lindungi Data Penggemar, Playboy Hengkang dari Facebook

Namun, saat pengguna mengikuti tes, pihak CubeYou mengambil data para pengguna. Tak tanggung-tanggung, data yang diambil pun bisa dibilang sangat pribadi.

Mulai dari nama, nomor telefon, pekerjaan, alamat internet, dan status hubungan dari seorang pengguna. Data ini kemudian dijual ke pihak lain untuk meningkatkan ‘profil penjualan’ mereka.

Saat dimintai keterangan, CEO CubeYou Federico Treu menepis bahwa perusahaannya memiliki akses ke data teman seperti yang dilakukan Cambridge Analytica. Dia juga menegaskan bahwa situs web independen untuk You Are What You Like tidak memberikan data apapun ke pihak ketiga.

Baca Juga : Snapchat Kembali Tampilkan Timeline Berurutan

Sedangkan diketahui jika CubeYou memiliki kerjasama dengan beberapa biro iklan, termasuk Geico, L’Oreal, hingga Google. Namun hingga saat ini tidak diketahui seberapa banyak data tersebut mempengaruhi iklan klien tertentu.

Meski sudah memiliki niat baik untuk menarik aplikasi pihak ketiga jika ditemukan bukti, namun untuk kasus kali ini pihak Facebook baru memblokir aplikasi tersebut setelah ada respon dari pihak CNBC.

Namun sekali lagi pihak Facebook kembali berjanji akan lebih agresif lagi dalam memblokir aplikasi yang terindikasi melakukan hal serupa seperti yang dilakukan oleh Cambridge Analytica. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini