Dirjen PPI Kominfo: 1 NIK Dipakai Registrasi 2,2 Juta Nomor

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Selasa 10 April 2018 11:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 10 207 1884472 dirjen-ppi-kominfo-1-nik-dipakai-registrasi-2-2-juta-nomor-nzNnbrHKYO.jpg Ilustrasi SIM (Sumber : Shutterstock)

JAKARTA - Kasus penyalahgunaan nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) saat melakukan registrasi ulang memasuki babak baru. Setelah beberapa saat lalu ada kasus di mana satu KK dan NIK dipakai untuk mendaftarkan 50 nomor, kali ini jumlahnya membengkak 40.000 kali lipat.

Hal ini terungkap saat Direktorat Jenderal Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Prof. Zudan Arif Fakrulloh hadir di dalam rapat bersama Komisi I DPR RI untuk membahas kasus penyalahgunaan KK dan NIK dalam proses registrasi ulang SIM.

Dia mengungkap bahwa ada kasus dimana satu KK dan NIK dipakai untuk mendaftarkan sekira dua juta SIM prabayar sekaligus.

Baca Juga : NIK Dipakai 50 Nomor Tak Dikenal, Ini Penjelasan Dirut Indosat Ooredoo

Senada dengan Dirjen Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Ahmad M Ramli. Ia membenarkan hal tersebut, “Sesuai penjelasan Dirjen Dukcapil, ada 2,2 juta nomor,” jelas Ramli saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Selasa (10/4/2018).

Ramli menegaskan, dengan mencuatnya kejadian ini, Kominfo akan melakukan langkah yang sama dengan kasus-kasus sebelumnya. “Semua pelanggaran sama,” lanjutnya.

Saat ditanya secara detil langkah apa saja yang akan diambil, Ramli menjelaskan bahwa Kominfo akan mengambil beberapa langkah tegas. Dia juga mengatakan akan bekerja sama dengan pihak yang berwajib terkait masalah ini.

Baca Juga : Belum Registrasi Kartu Prabayar, Ini Jumlah Pelanggan yang Sudah Diblokir

“Operator diinstruksikan untuk memblokir nomor-nomor yang termasuk pelanggaran. Untuk penegakkan hukumnya, Kominfo dan Dukcapil sudah melakukan koordinasi dengan Mabes POLRI,” tegasnya.

Sekadar informasi, pada akhir Maret lalu tersiar kabar jika ada seorang korban di Jawa Tengah yang identitasnya dipakai untuk meregistrasi 50 nomor yang bukan miliknya. Sang anak mengunggah kasus ini ke media sosial, dan kemudian menjadi viral.

Pihak Kominfo, Dukcapil, Indosat Ooredoo, serta Kepolisian sendiri sudah menyelesaikan masalah ini. Diketahui, pelaku merupakan pemilik sebuah kios countter pulsa kecil pinggir jalan di Jawa Tengah. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini