nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal 1 NIK Dipakai 2,2 Juta Nomor, Mastel: Ada Potensi Operator Lakukan Hal Tersebut

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Selasa 10 April 2018 19:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 10 54 1884817 soal-1-nik-dipakai-2-2-juta-nomor-mastel-ada-potensi-operator-lakukan-hal-tersebut-pTCNNpjG31.jpg Ketua Mastel Kristiono (Foto: Nur Chandra/okezone)

JAKARTA - Dirjen Dukcapil Prof Zudan A Fakrullah memaparkan bahwa terdapat kasus di mana 1 Nomor Induk Kependudukan (NIK) dipakai untuk mendaftarkan 2,2 juta kartu SIM prabayar. Angka ini cukup menakjubkan mengingat kasus sebelumnya hanya ditemukan 1 NIK dan KK hanya digunakan untuk 50 nomor saja.

Melihat masalah ini, Ketua Umum Masyarakat Komunikasi (Mastel) Kristiono menilai, terdapat indikasi jika operator melakukan ‘permainan’ dalam hal pendaftaran kartu prabayar.

“Potensi (operator) melakukan hal tersebut ada,” ujar Kristiono saat ditemui seusai Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi I DPR, Selasa (10/4/2018).

Dia menjelaskan, operator memang tidak membatasi banyaknya registrasi SIM terhadap suatu KK dan NIK, namun apabila jumlahnya tidak masuk akal seperti ini, pastinya ada sebuah keganjilan yang terjadi.

“Tapi kan kalau satu NIK dipakai untuk 2,2 juta nomor tidak masuk akal, apalagi menggunakan manual. Jadi ada potensi dengan bantuan mesin,” lanjutnya.

Ditanya ke mana arah dari masalah tersebut, Kristiono menganggap bahwa semua ini berkaitan dengan masalah bisnis.

“Lebih kecenderungan ke bisnis pengaktifan. Operator kan bisa dapat benefit dari jumlah pengguna. Ada kecenderungan juga ini dilakukan untuk menanggulangi SIM yang akan expire, makanya didaftarkan terlebih dahulu ” kata dia.

Selain menyampaikan pandangannya, dia juga memberikan saran bagi Kominfo terkait masalah ini. Dia mengimbau kepada Kominfo untuk menelusuri masalah ini.

“Kan cuma 1 NIK, bisa ditelusuri dari mana. Kemudian dicek penggunaannya untuk apa,” jelasnya.

“Yang penting cari siapa pelakunya, motifnya apa. Mungkin jika semata-mata karena bisnis atau takut SIM-nya expire, perlu ada treatment khusus (kepada pelaku),” pungkasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini