Mengapa Ayam Jantan Berkokok Setiap Pagi?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 10 56 1884868 mengapa-ayam-jantan-berkokok-setiap-pagi-mkEFdKixHA.jpg (Foto: CC0 Public Domain/Phys)

JAKARTA - Ayam jantan berkokok dalam siklus harian yang dikenal sebagai ritme sirkadian. Ini adalah ritme biologis pada hewan, yang mengikuti siklus siang dan malam.

Buku 'Kisah 1001 Fakta Sains Tersuper di Dunia'  menjelaskan, ayam jantan berkokok karena memiliki jam internal yang membantunya mendahului terbitnya matahari. Kokok ayam jantan saat matahari terbit sebenarnya adalah suatu cara untuk membangun kekuasaan wilayahnya dan mengawali berburu makanan sehari-hari.

Ketika ayam berkokok, ia mengirimkan sinyal ke ayam jantan lainnya bahwa jika melanggar, berarti mereka minta berkelahi. Namun, jika satu ayam jantan tetangga memiliki jam internal yang telah diatur sedikit lebih awal, maka hal ini dapat mengundang ayam jantan lain untuk berkokok lebih awal juga.

Selain memiliki keunikan dengan cara berkokok setiap pagi, ternyata ayam memiliki kemampuan melihat warna lebih baik ketimbang manusia.

Peneliti menyebutkan penglihatan warna turun ke mata yang terorganisir dengan baik secara struktural. Mereka memetakan lima jenis reseptor cahaya di mata ayam.

Peneliti menemukan reseptor diletakkan di mosaik interwoven yang memaksimalkan kemampuan ayam untuk melihat banyak warna di bagian manapun di retinanya – struktur penginderaan ringan di bagian belakang mata.

“Berdasarkan analisis ini, ayam dengan jelas setingkat lebih dari kita dalam hal penglihatan warna,” kata penulis studi Dr. Joseph C. Corbo dari Washington University School of Medicine di St. Louis, Mo.

Baca juga: Peneliti: Ayam Lebih Cerdas dari Balita

“Organisasi reseptor warna di retina ayam sangat melebihi yang terlihat di kebanyakan retina lainnya dan tentu saja dibanding sebagian besar retina mamalia," terangnya.

Baca juga: Peneliti Bakal Ciptakan Dinosaurus dari Ayam

Menurut Corboo ayam kemungkinan menerima penglihatan warna yang luar biasa ini karena tidak menghabiskan periode evolusioner dalam kegelapan. Penglihatan malamnya sendiri bergantung pada fotoreseptor light-sensitive pada retina yang disebut rod. Sementara penglihatan siang harinya bergantung pada reseptor yang disebut cone.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini