Cambridge Analytica Bisa Baca Pesan Pribadi Korban Kebocoran Data

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 17:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 11 207 1885156 cambridge-analytica-bisa-baca-pesan-pribadi-korban-kebocoran-data-BqxwSuB1ex.png Ilustrasi Facebook dan Messenger (Sumber : Pexels)

JAKARTA - Facebook baru-baru ini mengungkap fakta baru terkait dengan kebocoran data pengguna kepada pihak Cambridge Analytica. Mereka mengungkap, selain dapat membaca feed, timeline, dan postingan, pihak Cambridge Analytica juga dapat membaca pesan pribadi para korban.

Mengutip dari laman Engadget, Rabu (11/4/2018), perusahaan media sosial milik Mark Zuckerberg tersebut mengakui bahwa aplikasi This Is Your Digital Life mendapatkan akses ‘read_mailbox’ para pengguna Facebook. Tentu saja, hal ini cukup penting dikarenakan mungkin saja ada data sensitif yang dikirimkan pengguna melalui fitur tersebut.

Akan tetapi, pihak Facebook menegaskan bahwa pada saat sebuah aplikasi ingin mengakses informasi dari pesan pribadi penggunanya harus dengan seizin pengguna. Akan tetapi, bisa saja aplikasi tersebut menyembunyikan permintaan izin ini, beserta permintaan izin untuk mengakses data pengguna lainnya.

Baca Juga : Facebook Minta Pertemuan Dengan Komisi I DPR RI Ditunda

Namun, pihak Facebook mengatakan bahwa korban dari pengaksesan pesan pribadi ini tidak sebanyak total korban kebocoran data mereka. Diketahui ada sekira 1.500 orang memberi izin kepada aplikasi This Is Your Digital Life untuk mengakses pesan pribadi mereka.

Meski begitu, pihak Facebook tidak menampik dugaan adanya jumlah korban yang lebih banyak lagi. Pasalnya seperti telah dijelaskan di atas, para pengguna bisa saja tidak sengaja memberikan akses tersebut kepada pihak Cambridge Analytica.

Tapi, saat dikonfirmasi, pihak Cambridge Analytica menampik rumor tersebut. Dalam sebuah cuitan di akun Twitter milik mereka, mereka menjelaskan bahwa pihaknya tidak menangani hal tersebut.

Baca Juga : Ini Cara Cek Apakah Akun Facebook Anda Jadi Korban Kebocoran Data atau Tidak

“Kami tidak menangani data semacam itu. Dan bahwa Global Science Research (perusahaan riset yang memperoleh data untuk CA) tidak berbagi pesan pribadi dengan itu atau Pemilu SCL,” tulis perwakilan Cambridge Analytica.

Sekedar informasi, sejak Senin (9/4/2018), pihak Facebook telah memberikan informasi kepada para korban kebocoran data platform media sosial mereka, melalui masing-masing akun para korban.

Selain itu, mereka juga telah membuka sebuah fitur di mana para pengguna Facebook dapat memastikan apakah akun mereka turut menjadi salah satu korban di antara 87 juta pengguna yang menjadi korban kebocoran data Facebook. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini