nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Ingin Jadi Alat Propaganda Facebook, Menkominfo: Saya Ingin Melindungi Indonesia

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 19:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 11 207 1885326 tak-ingin-jadi-alat-propaganda-facebook-menkominfo-saya-ingin-melindungi-indonesia-s6hyx0hzOy.jpg Menkominfo Rudiantara (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Facebook beberapa waktu belakangan ini tampaknya terus menjadi sorotan. Hal ini dikarenakan skandal Cambridge Analytica, di mana data 87 Juta pengguna Facebook di seluruh dunia mengalami kebocoran.

Facebook sebagai media sosial juga dipertanyakan terkait tuduhan sebagai alat propaganda dan menyebarkan hasutan seperti yang terjadi di Myanmar. Website Straitstimes melaporkan, CEO Facebook Mark Zuckerberg sadar bahwa perangkatnya telah digunakan untuk menyebarkan propaganda anti-Rohingya dan 'menghasut bahaya nyata' di Myanmar.

Mendengar kabar ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkap bahwa dirinya akan melindungi Indonesia dan tidak ingin pemanfaatan Facebook seperti yang terjadi di Myanmar.

"Saya ingin melindungi Indonesia dan saya tidak ingin penggunaan Facebook di Indonesia menjadi seperti di Myanmar. Mark Zuckerberg, CEO Facebook sendiri telah mengakui bahwa medsos tersebut telah digunakan untuk menyebarkan propaganda anti-Rohingnya di Myanmar," tulis Menkominfo Rudiantara di akun Twitter resminya pada hari ini atau Rabu (11/4/2018).

Dalam artikel Straitstimes, Mark Zuckerberg mengatakan bahwa Facebook memperhatikan perannya sebagai platform untuk menyebarkan pesan yang dapat memicu konflik di negara tersebut.

"Masalah Myanmar, saya pikir, mendapat banyak fokus di dalam perusahaan. Saya ingat, pada suatu Sabtu pagi, saya mendapat telepon dan kami mendeteksi bahwa orang-orang mencoba menyebarkan pesan-pesan sensasional melalui ... ke setiap sisi Konflik, pada dasarnya mengatakan pada Muslim, 'Hei, akan ada pemberontakan umat Buddha, jadi pastikan Anda bersenjata dan pergi ke tempat ini'. Dan kemudian hal yang sama di sisi lain," kata Mark dalam wawancara yang dipublikasikan oleh situs berita Vox.

Baca juga: 87 Juta Pengguna Facebook Bocor, Mark Zuckerberg: Ini Kesalahan Saya

Lebih lanjut Mark mengatakan, orang-orang mencoba menggunakan alatnya untuk menghasut bahaya nyata. Bos Facebook ini mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendeteksi dan menghentikan pesan-pesan itu.

Baca juga: Sidang 5 Jam, Mark Zuckerberg Dicecar Habis-habisan oleh Para Senator AS

Serangan militan Agustus lalu di negara Rakhine Myanmar memicu tindakan keras militer, memaksa sekira 700.000 Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. PBB dan beberapa negara Barat mengatakan penumpasan itu merupakan pembersihan etnis, tetapi Myanmar mengatakan pasukannya telah melancarkan kampanye yang sah terhadap teroris

Editor Vox, Ezra Klein, yang mewawancarai Zuckerberg mengatakan, "Salah satu cerita menakutkan yang saya baca tentang Facebook selama setahun terakhir adalah bahwa ini telah menjadi sumber nyata propaganda anti-Rohingya di Myanmar, dan dengan demikian menjadi bagian dari pembersihan etnis".

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini