Menkominfo Rudiantara Ungkap Isi Surat Balasan dari Facebook

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 21:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 11 207 1885402 menkominfo-rudiantara-ungkap-isi-surat-balasan-dari-facebook-CrjJ57p6mO.jpg Menkominfo Rudiantara (Foto: Nur Chandra Laksana/Okezone)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan bahwa pihak Facebook sudah membalas Surat Peringatan (SP) 1 yang dilayangkan Kominfo kepada pihak Facebook pada 5 April lalu.

“Tadi malam (Selasa, 10/4/2018) sudah ada surat dari pihak Facebook Irlandia. Di dalam surat tersebut ada beberapa hal yang dibahas,” ujar Rudiantara saat ditemui awak media di Kantor Kominfo, Rabu (11/4/2018).

Rudiantara menjelaskan jika pihak Facebook sudah menerangkan tata cara Facebook dalam menangani kasus Cambridge Analytica. Mereka menjelaskan jika aplikasi tersebut sudah dinonaktifkan.

“Mereka bilang sudah dinonaktifkan semenjak 2015. Tapi, kami kan juga meminta semua aplikasi yang mirip Cambridge Analytica dinonaktifkan di Indonesia,” tambah Rudiantara.

Hal ini juga menjadi alasan mengapa pihak Kominfo melayangkan SP 2 kepada pihak Facebook. Hal ini dikarenakan ada kabar, terdapat aplikasi lain yang mirip dengan Cambridge Analytica.

“Kami menemukan dua aplikasi lain yakni CubeYou dan AgregateIQ yang beredar di Facebook," tegasnya.

Selain itu, dalam SP 2 tersebut, Kominfo juga meminta Facebook untuk mempercepat hasil audit mereka. Hal ini dikarenakan Kominfo masih menunggu hasil audit mereka.

“Yang melakukan audit kan mereka. Kami terus tanya kapan selesai. Kami kan minta di-disclose,” jelasnya.

Baca juga: Tak Ingin Jadi Alat Propaganda Facebook, Menkominfo: Saya Ingin Melindungi Indonesia

Sayangnya, masih banyak pihak yang mengatakan jika perlakuan yang diberikan oleh Kominfo sangat lembek.  Hal ini dikarenakan mereka tidak memberikan tenggat waktu kapan Facebook harus menyelesaikan audit tersebut.

Baca juga: Sidang 5 Jam, Mark Zuckerberg Dicecar Habis-habisan oleh Para Senator AS

“Tapi kami tidak memerlukan hasil audit Facebook untuk mengirimkan SP 3, yang dibarengi dengan peringatan pemblokiran sementara,” kata dia. (chn)

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini