nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Malware Ransomware Ingin Para Korban Bermain Game PUBG

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 13:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 12 207 1885600 malware-ransomware-ingin-para-korban-bermain-game-pubg-8jBCs4KTQq.jpg Malware PUBG Ransomware (Sumber : PC Gamer)

JAKARTA - Sebuah malware Ransomware kembali muncul dan meneror para pengguna komputer di seluruh dunia. Namun, malware Ransomware kali ini sedikit berbeda dengan kasus sebelumnya, yakni soal cara mendapatkan kunci untuk membuka semua file yang disandera oleh para peretas.

Jika Anda ingat kasus Ransomware WannaCry yang terjadi pada akhir 2017, para peretas menginginkan uang melalui mata uang digital Bitcoin untuk membuka kunci file yang disandera.

Berbeda dengan kasus di atas, kali ini para peretas menemukan cara baru sebagai metode pembayaran oleh korban untuk mendapatkan kunci tersebut. Para peretas hanya ingin para korban memainkan game Player Unknown’s Batle Ground (PUBG) selama satu jam.

Baca Juga : Malware Berkedok Aplikasi Populer Serang 500 Ribu Pengguna Android

“File Anda dienkripsi oleh PUBG Ransomware! Tetapi jangan khawatir! Tidak sulit untuk membukanya. Saya tidak ingin uang! Mainkan saja PUBG 1 Jam!,” tulis peretas dalam peringatan yang didapatkan para korban, seperti dikutip dari laman PC Gamer, Kamis (12/4/2018)

Namun, malware yang pertama kali ditemukan oleh MalwareHunterTeam tersebut tidak terlalu bahaya jika dibandingkan dengan Ransomware lain. MalwareHunterTeam menyebut, jika para korban pun tidak harus sampai memainkan PUBG selama satu jam untuk mendapatkan kode.

Mereka mengatakan, para korban cukup masuk ke dalam game, lalu menembakkan senjata satu kali, dan kunci dari file yang disandera akan diberikan. Dan yang anehnya lagi, para korban pun bisa mendapatkan kunci tanpa harus bermain.

Baca Juga : PUBG Corp Layangkan Tuntutan ke NetEase, Ada Apa?

Hal ini dikarenakan beberapa hal. Yang pertama mungkin saja sang korban tidak memiliki game PUBG di dalam komputer mereka. Alasan yang satu lagi mungkin saja para korban terlalu malas untuk memainkan game tersebut.

Terakhir, MalwareHunterTeam mengatakan bahwa besar kemungkinan jika malware ini dibuat oleh para penggemar game PUBG. Tampaknya, malware ini dibuat hanya sebagai lelucon saja. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini