Bumi Dihantam Badai Matahari, Ini Penjelasan LAPAN

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 18:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 12 56 1885715 bumi-dihantam-badai-matahari-ini-penjelasan-lapan-rIpithRzat.jpg (Foto: Peter Reid/NASA)

JAKARTA - Bumi dikabarkan menghadapi fenomena badai matahari. Meskipun dampak dari fenomena itu dinilai kecil, namun tetap ada kemungkinan fluktuasi jaringan listrik, gangguan kecil dengan komunikasi satelit, seperti GPS dan internet satelit, seperti diwartakan Sciencealert.

Meredam kekhawatiran yang mungkin dirasakan masyarakat, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan fenomena ini melalui akun Instagram. "Seperti beredar di media online, bahwa 'Badai Matahari Diprediksi Hantam Bumi Minggu Ini' hal tersebut bukanlah badai matahari, tetapi badai geomagnet akibat lubang korona 3-4 hari yang lalu," tulis akun Instagram 'lapan_ri' oleh Tiar Dani, Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN.

Ia mengatakan, kondisi geomagnet di Indonesia sempat aktif 24 jam terakhir tetapi diperkirakan 24 jam ke depan sudah tenang.

Lebih lanjut LAPAN menjelaskan bahwa badai geomagnetik selain berpotensi mengganggu layanan telefon seluler, kerusakan satelit dan mungkin bisa juga membuat listrik padam seketika (apabila massive).

Saat ini aktivitas matahari tenang, badai geomagnet saat matahari tenang disebabkan adanya partikel yang keluar dari lubang korona di matahari. LAPAN juga mengungkapkan, badai geomagnet karena lubang korona jauh lebih kecil jika dibandingkan badai geomagnet karena CME atau lontaran massa korona.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Badai Matahari

Untuk daerah ekuator, gangguan badai geomagnet hampir bisa dikatakan tidak ada. Namun, daerah yang berpeluang terganggu ialah daerah lintang tinggi atau dekat kutub.

Baca juga: Badai Matahari Tertangkap Kamera Ponsel, Kok Bisa?

Badai geomagnet bisa disebabkan oleh partikel energi tinggi dari matahari yang bersumber dari CME atau lubang korona. Saat aktivitas matahari tinggi, lebih banyak badai geomagnet disebabkan oleh CME.

Saat aktivitas matahari rendah, lebih banyak badai geomagnet disebabkan adanya lubang korona di matahari.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini