nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Xiaomi Tertarik Beli GoPro, Dilego Rp13 Triliun?

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 11:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 14 207 1886606 xiaomi-tertarik-beli-gopro-dilego-rp13-triliun-dZhls8jiGL.PNG Logo Xiaomi (Sumber : Gizmochina)

JAKARTA - Xiaomi dikabarkan tertarik untuk membeli bisnis milik salah satu penghasil kamera aksi kenamaan, yakni GoPro. Hal ini dirasa wajar dikarenakan Xiaomi memang memproduksi beberapa teknologi lain, selain tentunya berjualan smartphone.

Kabar ini tersiar setelah CEO GoPro Nick Woodman mengumumkan jika dia siap untuk menjual perusahaannya. Hal ini dilakukan setelah dia memecat 600 karyawan pada 2016, serta diikuti dengan matinya bisnis drone mereka awal Januari lalu.

Nick menyatakan jika bisnis yang didirikan olehnya pada 2002 lalu, mengalami masalah keuangan semenjak beberapa tahun ini.

Baca Juga : Asus dan Xiaomi Adopsi Snapdragon 636, Apa Keunggulannya?

“Jika ada peluang untuk menggabungkan GoPro dengan perusahaan induk yang lebih besar yang dapat membantu kami menskala bisnis kami dan memberikan pengembalian investasi yang lebih baik, kami akan menyambut peluang untuk menjajaki peluang seperti itu," ujar Nick seperti dikutip dari laman Gizmochina, Sabtu (14/4/2018).

Sebenarnya, ada beberapa perusahaan lain selain Xiaomi yang telah mendekati GoPro. Namun sayang, para perusahaan tersebut tampaknya masih belum mendapatkan kesepakatan yang baik di antara keduanya.

Baca Juga : Wujud Xiaomi Blackshark Terungkap dengan RAM 8GB

Kabarnya, pihak GoPro sendiri telah menerima sekurangnya USD1 miliar atau sekira Rp13,7 triliun. Tentu saja, jumlah ini bukan jumlah yang sedikit bagi kedua pihak.

Sayangnya, hingga saat ini kedua perusahaan tersebut menolak untuk memberikan keterangan. Mereka memilih untuk bungkam terkait rumor tersebut.

Sekedar informasi, GoPro secara resmi jadi perusahaan publik pada 2014 dengan nilai valuasi lebih dari USD10 miliar atau sekira Rp137 triliun. Namun, harga sahamnya terus mengalami penurunan hingga sebesar 36 persen pada 2018 dan kapitalisasi pasarnya jatuh ke angka USD700 juta atau sekira Rp9,6 triliun. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini