nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3.300 Aplikasi Ini Terindikasi Lacak Data Anak-Anak, Kok Bisa?

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Senin 16 April 2018 16:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 207 1887266 3-300-aplikasi-ini-terindikasi-lacak-data-anak-anak-kok-bisa-QoYa6TxL8j.jpg Ilustrasi Aplikasi Android (Sumber : Pexels)

JAKARTA - Kasus pencurian data yang dilakukan oleh Cambridge Analytica memang membuat banyak pihak khawatir. Alhasil, banyak para peneliti yang kemudian mencari aplikasi yang ditengarai mengoleksi data para pengguna internet lainnya.

Dari sebuah riset yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan, terungkap sebuah fakta yang mencengangkan. Mereka mendapati sekira 3,337 aplikasi yang terdaftar sebagai aplikasi ‘aman untuk keluarga’ dan ditujukan untuk anak-anak di perangkat Android, malah melakukan pengambilan data para penggunanya.

Melansir dari laman Engadget, Senin (16/4/2018), para peneliti melakukan penelitian kepada total 5,855 aplikasi di Google Play Store. Parahnya, 281 dari aplikasi tersebut mengambil data lokasi atau mengambil data kontak tanpa mendapatkan persetujuan dari orangtua.

Baca Juga : Cambridge Analytica Jawab Tudingan Kebocoran Data Facebook

Selain itu, diketahui sekira 40 persen dari aplikasi tersebut mengirimkan atau tanpa menggunakan ‘keamanan yang terjamin’. Tentu saja, data ini dapat dengan mudah diakses oleh pihak lain.

Yang lebih mengejutkan lagi, data yang dikumpulkan adalah data anak-anak berusia 13 tahun ke bawah. Tentu saja, hal ini merupakan pelanggaran yang cukup serius di Amerika, terlebih lagi mereka sudah mengatur hal tersebut dalam sebuah Undang-Undang, yakni COPPA.

Apapun respon dari pemerintah, namun hal ini telah mengilustrasikan tantangan yang kini sedang dialami oleh Google dan para petugas keamanan lain. Hal ini dikarenakan perlindungan data terhadap anak-anak merupakan hal yang mutlak.

Baca Juga : Waspada Data Facebook Digunakan di Pemilu 2019

Selain itu, untuk menanggulangi hal ini tidak semudah melakukan pengecekan umur atau meminta izin dari orangtua. Ada berbagai macam kekhawatiran berbagi data yang harus ditangani, dan pengembang mungkin tidak sepenuhnya menyadari hal ini.

Demikian juga, hal ini sangat sulit bagi operator toko aplikasi seperti Google untuk memeriksa aplikasi secara manual ketika ada ribuan yang ditambahkan per hari. Mungkin saja, alat pemeriksa otomatis di belakang studi ini bisa sangat membantu untuk mencari aplikasi tersebut.

Tapi tetap saja aplikasi yang tersaring untuk diperiksa secara manual untuk menentukan apakah aplikasi tersebut bisa langsung dihapus atau bisa dijatuhi hukuman. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini