nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rapat dengan DPR, Facebook Indonesia: Kami Mohon Maaf

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 15:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 17 207 1887743 rapat-dengan-dpr-facebook-indonesia-kami-mohon-maaf-A1LGW01qRl.jpg Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner (Foto: Nur Chandra/okezone)

JAKARTA - Mangkir dalam pertemuan beberapa waktu lalu, hari ini perwakilan Facebook Indonesia melalui Public Policy Lead Facebook Indonesian Ruben Hattari hadir dalam Rapat Dengan Pendapat Umum (RDPU) dengan pihak Komisi I DPR RI.

Dalam pertemuan ini, Ruben menjelaskan duduk perkara masalah kebocoran data di Facebook dan penyalahgunaan data yang dilakukan oleh Cambridge Analytica.

Dalam penjelasannya, Ruben menegaskan jika tidak ada pembobolan data dari platform mereka. Dia juga membantah adanya pihak pengembang berhasil menembus sistem atau lolos dari perangkat pengamanan daya milik Facebook.

“Tapi ini adalah bentuk pelanggaran kepercayaan dan kegagalan kami untuk melindungi data pengguna,” ujar Ruben dalam RDPU bersama Komisi I DPR di gedung DPR RI, Selasa, (17/4/2016). “ Kami mohon maaf atas kejadian tersebut.”

Baca Juga: Data 1 Juta Pengguna Bocor, Facebook Diberi Sanksi Lisan

Selain itu, Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner menegaskan, jika tidak ada hubungan apapun antara pihak Facebook dengan Dr Aleksandr Kogan atau pihak Camdridge Analytica. Yang terjadi adalah Kogan memberikan data kepada pihak Cambridge Analytica.

“Tidak ada kesepakatan khusus antara Facebook dengan Kogan. Dia seperti pihak lainnya, hanya pengembang aplikasi saja,” jelas Simon.

Mendengar hal tersebut, salah satu anggota Komisi I Meutya Hafid bertanya mengenai kejelasan kontrak antara pihak Facebook dan Kogan. Dia meminta adanya bukti fisik, hitam di atas putih terkait kontrak tersebut.

Baca Juga : Cambridge Analytica Jawab Tudingan Kebocoran Data Facebook

“Jangankan perusahaan, ketika kami melakukan rapat dengan pemerintah saja kita meminta data fisik kok,” tegas Meutya.

Selain itu, pihak Facebook pun menjelaskan jika data yang dimiliki oleh Kogan melebihi apa yang diperkirakan saat ini. Namun, Simon menegaskan jika akses data yang dapat diambil oleh Kogan sudah diputus semenjak 2015.

“Kami mengganti peraturan agar pihak pengembang aplikasi untuk tidak bisa mengambil data teman semenjak 2014. Dan pada 2015 aplikasi milik Kogan, yakni This is Your Digital Live sudah kami blokir,” tegasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini