Akui Tak Salah, Facebook Diminta Kejar Kogan

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 17:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 207 1887829 akui-tak-salah-dpr-minta-facebook-kejar-kogan-cszaznirFe.jpg Facebook (Foto: Reuters)

JAKARTA - Indonesia masih menunggu kejelasan dari kasus skandal Cambridge Analytica. Selama ini, banyak orang yang menduga jika Facebook adalah dalang dari masalah ini. Namun nampaknya, pihak Facebook menyangkal dugaan tersebut.

Penyangkalan ini kembali dilontarkan oleh Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi 1 DPR, Simon menjelaskan jika Facebook tidak ada sangkut paut terkait masalah ini. Dalam pernyataannya, Simon seakan menyalahkan Aleksandr Kogan dalam masalah tersebut.

“Kami tidak memiliki hubungan apapun dengan Cambridge Analytica. Dan kami hanya memiliki kontrak kerjsama antara platform dan pengembang dengan Kogan,” ujar Simon dalam RDPU di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Dia juga menyebutkan, jika pihaknya telah menyusun ulang peraturan mereka terkait pengembang aplikasi pihak ketiga pada 2014 silam. Selain itu, pada 2015, tim Facebook sudah meminta Kogan untuk menghapus data tersebut.

“Pada 2015 kami sudah meminta pihak Kogan untuk menghapus data tersebut. Kami sudah menerima bukti penghapusan data dari Kogan,” kata dia. Sayangnya, Kogan tidak melakukan hal tersebut.

Meski demikian, Simon pun kembali meminta maaf kepada korban kebocoran data Facebook, atas penindakan mereka yang kurang baik. Dan atas hal itu, Kogan hingga saat ini masih ‘menjadi orang bebas’.

“Kami meminta maaf atas tindakan kami yang kurang tegas pada 2015 lalu,” kata dia.

Mendengar penjelasan ini, Wakil Ketua Komsi I DPR Satya Widya Yudha pun meminta Facebook untuk memberikan tindakan kepada Kogan. Hal ini dilakukan menyambut pernyataan Facebook, yang seolah menyalahkan Kogan terhadap kejadian ini.

“Seharusnya dia bisa dikenakan hukuman, tapi kan nyatanya belum dan dia masih bebas,” kata Satya.

Sayangnya, Simon mengatakan bahwa audit yang mereka lakukan saat ini harus tertunda. Hal ini dikarenakan pihak Kantor Komisioner Informatika Inggris (ICO) sedang melakukan penyidikan.

“Kami diminta untuk memberhentikan audit untuk sementara oleh ICO,” pungkas Simon. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini