Penjelasan Kincir Angin di Peradaban Islam Kuno dan Alquran

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Kamis 19 April 2018 06:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 18 56 1888519 penjelasan-kincir-angin-di-peradaban-islam-kuno-dan-alquran-dh3kqoIwOz.jpg Kincir Angin (Sumber : Pixabay)

JAKARTA - Dewasa ini, penggunaan kincir angin untuk menggerakkan generator penghasil listrik sudah lazim digunakan di beberapa negara. Di Indonesia sendiri, teknologi ini sudah ada di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, yang memiliki nama Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap.

Banyak orang yang berpendapat, teknologi ini merupakan warisan dari bangsa Eropa. Hal ini dikarenakan Belanda memiliki banyak kincir angin, sehingga mereka mendapatkan julukan Negeri Kincir Angin.

Namun, tahukah Anda jika sebenarnya kincir angin merupakan warisan budaya dari peradaban Islam kuno? Ya, dalam sebuah buku berjudul “1001 Penemuan dan Fakta Mempesona Peradaban Muslim’, disebutkan jika kincir angin sudah ada semenjak zaman kepemimpinan Umar, atau sekira 640 Masehi.

Baca Juga : 5 Teknologi Ini Bisa Bunuh Anda Tanpa Disadari

Dikabarkan, gagasan membuat kincir angin sebenarnya dikembangkan di Persia. Oleh karena itulah, di beberapa negara Islam seperti di Afganistan. Sayangnya, kini tidak diketahui apakah bangunan bersejarah tersebut masih berdiri atau tidak.

Sesuai dengan namanya, kincir angin bekerja akibat energi yang dihasilkan oleh Angin. Hal ini sendiri sudah dijelaskan di dalam Alquran. Di dalam Alquran sendiri, Allah menjelaskan ada tiga jenis angin, yakni Ar-riyah at-tayyibah atau angin baik, serta Ar-riyah asy-syadidah atau angin kencang, serta Ar-riyah al-hasiba atau angin badai.

Untuk angin baik, Allah menjelaskannya dalam Surah Asy-Syura Ayat 33, yang berbunyi, "Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur."

Baca Juga : Teknologi Vending Machine untuk Mobil Nongol di YouTube

Sedangkan untuk Ar-riyah asy-syadidah atau angin kencang, Allah memberikan firman-Nya melalui Surah Yunus Ayat 22.

“Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): ‘Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur’," begitulah isi dari Surah Yunus Ayat 22.

Terakhir, penjelasan Ar-riyah al-hasiba atau angin badai terdapat di Surah Al-Isra' Ayat 68, yang berbunyi, “Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkir balikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindungpun bagi kamu.” (chn)

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini