nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Cara Hitung TKDN 30 Persen Ponsel 4G

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 19 April 2018 16:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 19 57 1888758 begini-cara-hitung-tkdn-30-persen-ponsel-4g-ih7Y94jeEj.jpg Ilustrasi (Foto: Phonearena)

JAKARTA - Ponsel dengan kemampuan 4G LTE yang beredar di Indonesia saat ini harus memenuhi standar komponen lokal atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30 persen.

Untuk itu, para vendor ponsel memiliki cara untuk sampai pada standar TKDN 30 persen tersebut. Salah satu vendor ponsel ialah Asus yang memilih investasi pada teknik SMT (Surface Mount Technology) dan CKD (Completely Knocked Down) ditambah beberapa komponen lokal.

"Kita lihat peraturan pemerintah dulu deh. Jadi peraturan pemerintah tentang TKDN, itu sudah ada poin-poin. Misal pemasangan speaker ke mainboard itu berapa poin, pemasangan kabel, itu berapa. Ada speaker, kamera, kan dia itungannya by process," kata Stanly Joseph, Manager Domestic Project, PT Sat Nusapersada di Batam, Senin (16/4/2018).

Sekadar informasi, PT Sat Nusapersada merupakan perusahaan manufaktur sebagai mitra Asus yang memproduksi ponsel untuk didistribusikan di Tanah Air.

 

Ia mengatakan untuk sampai pada TDKN 30 persen dilalui dengan cara 'by process', kemudian dengan komponen packaging dari lokal. "Jadi prosesnya kita sudah banyak kita nambahin dengan packaging yang kita beli, lokal, packaging mulai dari box, user manual, sama USB kabel dari sini," jelasnya.

Sementara komponen lain seperti LCD dan lain-lain itu didatangkan dari luar atau impor.

SMT dan CKD

Brand ponsel seperti Asus mengklaim sebagai yang pertama mengadopsi teknik produksi ponsel SMT dan CKD. Dijelaskan oleh Stanly bahwa SMT melalui tahap yang lebih pendek ketimbang SKD (semi-knocked-down).

 

"SMT itu pendek 12 atau 13 proses. Kalau yang SKD itu yang panjang, bisa sampai 60-an proses, testingnya aja panjang apalagi assembly-nya. Assembly bisa sekitar 40-50 komponen yang kita assembly kan, jadi kan banyak," jelasnya.

Baca juga: Canggih! Produsen Ponsel Bikin Feature Phone Berteknologi 4G

Ia menjelaskan bila 1 operator memegang 2 komponen, maka ada sekira 20 proses assembly. Masing-masing operator bisa melakukan pengujian secara spesifik, misal bagian kamera, maka dia khusus di bagian kamera saja.

Setelah itu, ponsel melewati tiga pengujian mulai dari Drop Test, Chamber Test serta Tumble Test. Operator juga akan melihat kondisi ponsel terkait dengan suhu baterai, bagaimana kondisi ponsel saat diisi daya dalam posisi menjalankan aplikasi.

Baca juga: Wow, Ponsel Ini Dijuluki Smartphone 4G Terkecil di Dunia

Stanly mengatakan bahwa yang paling lama ialah proses pengujian atau pengetesan ini. Proses ini bisa memakan waktu beberapa jam.

Perusahaan tidak bisa mengungkap secara pasti berapa banyak produksi ponsel dalam waktu sehari atau sebulan. Hanya saja, dengan total lebih dari 4.000 pekerja dengan jam kerja 7 jam, perusahaan mengklaim bisa memproduksi hingga jutaan perangkat per bulannya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini