nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Protes Pemerintah Rusia, CEO Telegram Pavel Durov Rela 'Telanjang'

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Sabtu 21 April 2018 12:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 20 207 1889470 protes-pemerintah-rusia-ceo-telegram-pavel-durov-rela-telanjang-4MCgzxh5dR.jpg Pavel Durov (Sumber : Tech Crunch)

JAKARTA - CEO Telegram Pavel Durov tampaknya akan melakukan segala cara untuk membela Telegram dari pemblokiran yang dilakukan oleh pemerintah Rusia. Kali ini, dia rela telanjang untuk membebaskan Telegram dari jeratan tersebut.

Hal ini ditunjukkan olehnya melalui sebuah postingan di Instagram. Durov mengunggah sebuah foto di mana memperlihatkan dirinya tengah bertelanjang dada. Hal ini merupakan bentuk protesnya terhadap pemerintah Rusia.

Dalam postingan tersebut, Durov memberikan caption yang mengungkapkan jika 300 adalah film favoritnya.

Baca Juga : Setelah Rusia, Iran Juga Bakal Larang Telegram Beroperasi

"Film favoritku adalah 300 yang bercerita tentang sekitar 300 orang bangsa Sparta yang berjuang untuk melindungi kebebasan mereka dari para musuh. Ini akan menginspirasi orang-orang selama ribuan tahun dari sekarang," tulis Durov.

Selain itu, pria kelahiran Saint Petersburg tersebut juga mengungkapkan, bahwa pemerintah Rusia telah memblokir 18 juta alamat IP untuk melarang Telegram beroperasi. “Tetapi aplikasi tetap dapat diakses oleh orang Rusia,” tambahnya, seperti dikutip dari laman CNET.

Tak lupa, dia juga menggemakan dua tagar dalam postingan-nya, yakni #digitalresistance #putinshirtlesschallenge". Jika Anda tidak terbiasa dengan #PutinShirtlessChallenge, kampanye ini sengaja dibuat oleh Durov untuk mengunggah foto-foto telanjang dada, seperti yang pernah dilakukan presiden Rusia, Vladimir Putin.

Baca Juga : Rusia Minta Telegram Dihapus dari Google Play & Apple Store

Sayangnya, Durov masih enggan memberikan tanggapan terhadap postingan-nya. Namun, dia akan terus mengunggah foto di dalam akun Instagram pribadinya hingga larangan Telegram diangkat oleh pemerintah Rusia.

Sekedar informasi, pada awal minggu lalu, pemerintah Rusia secara resmi melakukan pelarangan Telegram untuk beroperasi. Mereka juga sudah meminta Google dan Apple untuk menghapus aplikasi tersebut dari Google Play Store dan juga Apple App Store. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini