Mamalia Raksasa Punah Gara-Gara Manusia Purba, Benarkah?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 21 April 2018 06:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 20 56 1889398 mamalia-raksasa-punah-gara-gara-manusia-purba-benarkah-OYg5CmabOj.jpg (Foto: Blaire Van Valkenburgh/Phys)

JAKARTA - Ukuran mamalia menyusut signifikan dalam waktu 125 ribu tahun terakhir. Studi terbaru menemukan bahwa penyusutan tubuh ini diakibatkan oleh peran manusia.

Dilansir Techtimes, Jumat (20/4/2018), manusia 'mengubah' ukuran mamalia dan tidak hanya perilaku manusia seperti berburu yang menyebabkan mereka punah. Studi terbaru dilakukan oleh Felisa Smith dari University of New Mexico.

Dalam studinya, mengungkap bahwa manusia purba menyebabkan menyusutnya ukuran mamalia. Temuan Smith diterbitkan dalam jurnal Science, di mana peneliti menganalisis fosil yang diyakini berusia 65 juta tahun untuk melihat apa yang menyebabkan ukuran mamalia bisa berubah.

Dia menemukan bahwa ukuran tidak berperan dalam kelangsungan hidup mamalia besar sampai akhirnya manusia muncul dalam kehidupan hewan tersebut. Mamalia besar dan kecil tumbuh subur untuk sementara waktu, dan kemudian manusia mengubah peluang bertahan hidup.

Smith menemukan bahwa ketika manusia menetap di suatu wilayah, peluang untuk bertahan hidup bagi mamalia besar menjadi turun.

Ketika manusia keluar dari Afrika, kepunahan hewan besar mengikuti migrasi mereka. Ini diikuti ketika manusia menetap di Benua Amerika. Ini adalah tempat besar di Bumi di mana binatang besar masih berkembang.

Ketika manusia menyebar, ukuran binatang menurun. Massa tubuh rata-rata mamalia di Eurasia turun sekitar setengah selama 100.000 tahun. Di Australia, massa tubuh mamalia rata-rata turun 90 persen selama 125.000 tahun terakhir. Di Amerika Utara, mamalia rata-rata turun dari 216 pon menjadi 17 kilogram.

Baca juga: Impian Ilmuwan untuk Bangkitkan Woolly Mammoth Bakal Terwujud

Terungkap pula alasan utama bagi manusia memburu mamalia besar ialah karena kelaparan. Mamalia besar membuat lebih mudah diburu oleh manusia, di mana manusia bisa mendapatkan lebih banyak santapan.

Ada juga kemungkinan bahwa manusia takut pada hewan besar. Karena ukurannya, manusia purba mungkin menganggapnya sebagai ancaman eksistensial dan memburu mereka.

Baca juga: Fosil Gading Mamut dengan Berat 65 Kilogram Ditemukan di Siberia

Disebutkan pula bahwa perilaku manusia memiliki efek yang para pada kelangsungan hidup mamalia besar. Misalnya, manusia bertanggungjawab atas pembakaran hutan dan padang rumput tempat mamalia besar hidup dan makan.

Perubahan-perubahan ini juga memiliki efek buruk pada lingkungan. Menyingkirkan mamalia besar menyebabkan erosi tanah lebih cepat.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini