Chipset A12 Buatan Apple Diklaim 20 Persen Lebih Cepat

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 22 April 2018 12:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 21 207 1889762 chipset-a12-buatan-apple-diklaim-20-persen-lebih-cepat-MxXoyPkAuu.jpg (Foto: Redmondpie)

JAKARTA - Chipset A12 buatan Apple kabarnya akan memperkuat perangkat iPhone dan iPad di 2018. Prosesor tersebut diklaim memiliki kecepatan dan kekuatan melebihi pendahulunya.

Dilansir Ubergizmo, Sabtu (21/4/2018), spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa chipset Apple terbaru itu 20 persen lebih cepat dan 40 persen lebih efisien.

Menurut TSMC via Cult of Mac, dapur pacu diproduksi di tahun ini didasarkan pada proses 7nm, turun dari 10nm dari tahun sebelumnya. Karena peningkatan ini, maka dikatakan chipset Apple tersebut bisa meraih kekuatan 20 persen lebih cepat dan 40 persen lebih efisien.

TSMC jelas tidak menyebutkan Apple sama sekali, tetapi mengingat bahwa TSMC seharusnya menjadi pemasok chipset utama Apple, masuk akal mengapa perbaikan ini juga bisa diterapkan pada A12.

Apple diperkirakan akan meluncurkan iPhone baru mereka di akhir tahun ini, mungkin sekira bulan September.

Sebelumnya diinformasikan terkait iPhone versi murah dengan layar 6,1 inci. Analis KGI Securities Ming Chi-Kuo mengumumkan proyeksi pengiriman iPhone di masa mendatang.

Kali ini, analis ternama tersebut memproyeksikan pengapalan untuk iPhone berlayar 6,1 inci yang ia sebut akan dirilis para paruh kedua 2018.

Perangkat ini disebut memiliki fitur ala iPhone X seperti Face ID. Namun dengan desainnya yang dikompromikan, kemungkinan harganya lebih terjangkau.

Beberapa perubahan yang membuat iPhone X di 2018 lebih murah adalah karena layarnya yang menggunakan teknologi LCD bukan lagi OLED. iPhone murah 2018 juga akan menggunakan bingkai alumunium, kamera tunggal serta hilangnya dukungan Touch ID.

Baca juga: iPhone 2018 Bakal Disokong Chip Intel?

“Kami memproyeksikan pengiriman di bawah siklus produk baru (4Q18-3Q19) untuk iPhone LCD 6,1 inci yang diperkiran muncul pada 2H18 (paruh kedua 2018), akan mencapai sekira 100 juta unit,” tulis Kuo dalam catatannya.

Baca juga: Terancam Didepak Apple, Saham Qualcomm Menyusut

Berdasarkan catatan penelitian Kuo, proyeksi pengiriman bisa berfluktuasi. Pasalnya proyeksi bergantung pada harga jual dari LCD 6,1 inci, yang menurut Kuo akan berada diantara USD700 hingga USD800 di Amerika Serikat (AS).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini