nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sidik Jari Mayat Dipakai demi Ungkap Kasus Narkoba, Kok Bisa?

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Senin 23 April 2018 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 23 207 1890383 sidik-jari-mayat-dipakai-demi-ungkap-kasus-narkoba-kok-bisa-BHhphamS13.jpg (Foto: Phonearena)

JAKARTA - Pihak kepolisian Largo, Florida, Amerika tampaknya akan melakukan segala cara untuk mengungkap sebuah kasus kejahatan. Keseriusan ini dilakukan dengan cara mengunjungi sebuah rumah duka, dan ‘meminjam’ sidik jari dari seorang mayat.

Hal ini bermula pada saat polisi harus memuntahkan timah panas ke seorang pria bernama Linus F. Philip, yang mencoba kabur dari polisi. Tak pelak, peluru tersebut mengenai bagian vital dan dia pun meninggal di tempat.

Dikarenakan mereka tak bisa membuka perangkat milik Linus, mereka pun pada akhirnya membawa ponsel tersebut ke rumah duka Sylvan Abbey, tempat di mana Linus berbaring. Kemudian, polisi menempatkan sidik jari Linus untuk membuka perangkat tersebut.

Pada akhirnya, polisi menemukan barang bukti yang mereka cari selama ini. Melansir dari laman Phone Arena, Senin (23/4/2018), di dalam ponsel tersebut ditemukan beberapa bukti penyelidikan mengenai kasus narkoba, yang melibatkan Linus.

Sayangnya, aksi ini mengundang perhatian beberapa orang. Salah satu pakar hukum menyatakan jika apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian ini legal. Bahkan, mereka tidak perlu mengajukan surat karena tidak ada lagi privasi setelah seseorang meninggal.

Ternyata, pernyataan tersebut disayangkan oleh salah satu profesor dari Rose Stetson University College, profesor Charles. "Ini mengganggu bagi sebagian orang (keluarga yang ditinggal)," ujarnya.

Jika mengingat kejadian ini, rasanya sangat mirip dengan kejadian penembakan di San Bernandino beberapa tahun lalu. Pihak kepolisian kesulitan untuk membuka iPhone 5c milik pelaku penembakan, yakni Syed Farook.

Baca juga: Sidik Jari untuk Identifikasi Manusia Sejak 1880

Pihak Apple menolak bekerjasama dengan pemerintah untuk membuka perangkat tersebut. Dan sayangnya, di perangkat tersebut tidak memiliki pemindai sidik jari, yang kemudian mempersulit para pihak kepolisian mengungkap kasus tersebut.

Baca juga: Alquran Jelaskan Sidik Jari sebagai Ciri Khas Setiap Manusia

Apple menyatakan jika mereka tidak akan memberikan akses backdoor terhadap perangkat mereka, demi menjaga privasi pengguna mereka. Hal ini kemudian menjadi polemik berkepanjangan antara pihak berwenang Amerika dengan Apple. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini