nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Cambridge Analytica Aleksandr Kogan: Saya Bukan Mata-Mata Rusia

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Selasa 24 April 2018 12:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 24 207 1890723 alexandr-kogan-saya-bukan-mata-mata-rusia-H9vSX0R4qD.jpg Ilustrasi Facebook (Sumber : Ubergizmo)

JAKARTA - Skandal Cambridge Analytica hingga saat ini masih menjadi buah bibir masyarakat dunia. Masih banyak yang menganggap, apa yang dilakukan oleh mereka banyak mempengaruhi kemenangan Presiden Donald Trump pada pemilihan presiden Amerika 2016 lalu.

Namun, menurut Aleksandr Kogan, orang yang memanen 87 juta data pengguna Facebook menyatakan jika hal tersebut tidak masuk akal. Dia menganggap hal ini adalah sebuah hal yang dibesar-besarkan.

“Orang-orang menganggap cerita ini penting karena mereka pikir skandal ini dapat mengubah hasil Pemilihan presiden, atau pikiran para korban bisa dikontrol, dan hal itu benar-benar tak perlu dikhawatirkan,” ujar Kogan seperti dikutip dari laman Buzz Feed, Selasa (24/4/2018).

Baca Juga : Surat Peringatan II Belum Dibalas, Kominfo Kembali Surati Facebook

Selain itu, dalam kemunculan perdananya di media setelah skandal Cambridge Analytica ini menyatakan jika dirinya bukanlah mata-mata Rusia. Hal ini dikarenakan belakangan ini dia sempat dituding sebagai mata-mata Rusia.

“Saya bukan mata-mata Rusia. Saya pikir tuduhan kuat yang menyebut saya mata-mata Rusia sama sekali tak mempunyai dasar,” lanjutnya.

Sekedar informasi, beberapa waktu lalu mantan pegawai Cambridge Analytica Brittany Kaiser menyatakan jika jumlah korban dari skandal ini melebihi 87 juta pengguna. Dia menyatakan bahwa ada beberapa metode lain yang digunakan oleh pihaknya dan juga Kogan untuk menyaring data selain dari aplikasi ‘This Is Your Digital Life’.

Baca Juga : Eks Karyawan Facebook: Korban Kebocoran Data Lebih dari 87 Juta

Tentu saja, hal ini semakin membuat pihak pemerintah di beberapa negara menaikkan tingkat kewaspadaannya dan melakukan revisi terhadap undang-undang perlindungan data pribadi.

Di sisi lain, pihak Komisi I DPR RI menyatakan dengan tegas agar pihak Facebook segera melakukan tindakan tegas terhadap Aleksandr Kogan. Hal ini dikarenakan dalam Sidang Rapat Dengar Pendapat Umum yang dilaksanakan pekan lalu, pihak Facebook memberikan tanda seolah-olah kasus kebocoran data ini merupakan kesalahan Kogan. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini