nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan : Asteroid Bisa Jadi 'Tambang Emas' Selanjutnya

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Selasa 24 April 2018 11:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 24 56 1890700 ilmuwan-asteroid-bisa-jadi-tambang-emas-selanjutnya-Ygc161ShO8.jpg Ilustrasi Asteroid (Sumber : Pixabay)

JAKARTA - Keberadaan bahan berharga di Bumi diprediksi akan segera habis dalam kurun waktu beberapa ratus tahun lagi. Artinya, para penambang sudah harus mencari lokasi lain yang memiliki ‘lumbung emas’ di dalamnya.

Menurut astrofisikawan Neil deGrasse Tyson, tempat selanjutnya yang ditengarai memiliki ‘lumbung emas’ selanjutnya adalah asteroid. Dia bahkan menyatakan siapapun yang pertama menambang asteroid, dia akan menyandang gelar ‘triliuner.

"Triluner pertama akan berasal dari orang yang menambang sumber daya alam yang terkandung di asteroid," kata Tyson dikutip dari RT, Selasa (24/4/2108).

Hal ini diperkuat dengan pernyataan salah satu fisikawan bernama Michio Kaku. Dia menyatakan adanya peralihan penambangan ke asteroid dapat menjadi pemecah krisis kekurangan sumber daya yang sedang dihadapi di planet biru ini.

Baca Juga : Misteri Asteroid Alien Oumuamua Telah Terungkap

“Asteroid adalah salah satu tambang emas di luar angkasa,” kata Michio.

Selain itu, para ahli geologi percaya jika kandungan asteroid terkandung berbagai macam sumber daya alam. Beberapa diantaranya seperti bijih besi, nikel, logam mulia, dan berbagai bahan lain yang memiliki konsentrasi yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan Bumi.

Saat ini, NASA menyatakan ada sekira 12 ribu asteroid yang ada dalam radar mereka. Setiap asteroid tersebut diperkirakan memiliki jarak sertidaknya sejauh 45 juta kilometer dari Bumi.

Baca Juga : 4 Hal Tentang Meteor yang Jarang Diketahui Orang

Bahkan, salah satu asteroid diketahui memiliki lebar hingga 3.000 kaki yang dapat menghasilkan keuntungan hingga USD5,4 triliun atau sekira Rp75 ribu triliun lebih. Tentu saja, hal ini akan menarik perhatian beberapa pengusaha, seperti Goldman Sachs dan Luksemburg.

Bahkan Luksemburg menyatakan sudah mengembangkan inisiatif menambang sumber daya luar angkasa semenjak 2016 lalu. Bahkan mereka sudah menggelontorkan USD223 juta atau sekira Rp3,1 triliun untuk inisiatif tersebut.

"Tujuan kami adalah untuk menempatkan kerangka keseluruhan eksplorasi dan penggunaan sumber daya komersial dari benda langit, seperti asteroid atau dari Bulan," ungkap Etienne Schneider, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi Luksemburg. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini