Ilmuwan Berhasil Cangkok Jaringan Otak Manusia ke Tikus, untuk Apa?

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Selasa 24 April 2018 17:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 24 56 1890919 ilmuwan-berhasil-cangkok-jaringan-otak-manusia-ke-tikus-untuk-apa-RGfPeBZdQJ.jpg Cangkok Otak Manusia ke Tikus (Sumber : Engadget)

JAKARTA - Para ilmuwan berhasil menanamkan salah satu jaringan sel otak manusia bernama ‘organoid’ di dalam otak tikus. Penanaman ini diklaim dilakukan untuk mencari cara guna mengobati penyakit mental dan cedera otak.

Menurut tim peneliti Salk Institute, mereka telah berhasil menanamkan jaringan organoid sebesar kacang dan dapat bertahan selama 233 hari. Padahal sebelumnya, jaringan ini akan mati setelah lima hari ditanamkan saja.

Mereka menemukan fakta jika jaringan otak ini mendapatkan suplai darah sehingga dapat tetap hidup dan bahkan berkembang.

Baca Juga : Penelitian Baru Ungkap Cara Kerja Otak Manusia

“Ini menunjukkan bahwa peningkatan pasokan darah tidak hanya membantu organoid untuk tetap sehat lebih lama, tetapi juga memungkinkannya untuk mencapai tingkat kompleksitas neurologis yang lebih tinggi,” ujar salah satu peneliti, Abed AlFattah Mansour seperti dikutip dari laman Engadget, Selasa (24/4/2018).

Lantas, apakah penanaman ini akan mempengaruhi tingkat kepintaran dari tikus itu sendiri? Untungnya, menurut hasil penelitian ini, sang tikus tidak mengalami perubahan perilaku yang mengkhawatirkan.

Memang, mereka mengungkapkan jika tikus yang ditanamkan jaringan otak manusia tersebut pada awalnya sedikit lebih pintar sehari setelah proses implan tersebut. Sang tikus dapat menjelajah labirin dengan kesalahan yang rendah.

Namun hal ini tak berlangsung lama. Keesokannya, tikus percobaan tersebut ternyata kembali ke kondisi normal mereka, dengan membuat kesalahan yang cukup banyak di labirin yang sama.

Baca Juga : Kunyit Bantu Tingkatkan Daya Ingat dan Mengurangi Depresi

Selain itu, para peneliti menegaskan jika penanaman otak manusia ke tikus ini bukan untuk membuat tikus yang lebih pintar. Melainkan, untuk mempelajari perkembangan otak, yang nantinya diharapkan akan memberikan pengetahuan lebih lanjut terhadap pengobatan penyakit yang terjadi di otak manusia.

"Pekerjaan ini membawa kita satu langkah lebih dekat ke representasi fungsional otak manusia yang lebih baik dan dapat membantu kita merancang terapi yang lebih baik untuk penyakit neurologis dan psikiatri," kata penulis senior Rusty Gage. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini