nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengapa Bisa Muncul Fenomena Petir?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 25 April 2018 09:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 24 56 1890942 mengapa-bisa-muncul-fenomena-petir-WPhsG7vEp9.jpg (Foto: BNPS/Telegraph)

JAKARTA - Petir umumnya terjadi pada saat hujan turun atau ketika awan tengah mendung. Dijelaskan dalam buku 'Kisah 1001 Fakta Sains Tersuper di Dunia' bahwa petir terjadi akibat perpindahan muatan negatif menuju ke muatan positif.

Menurut batasan fisika, petir adalah lompatan bunga api raksasa antara dua massa dengan medan listrik berbeda. Prinsip dasarnya kira-kira sama dengan lompatan api pada busi.

Petir adalah hasil pelepasan muatan listrik di awan. Energi dari pelepasan itu begitu besarnya sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas dan bunyi yang sangat kuat yaitu geluduk, guntur atau halilintar.

Geluduk, guntur atau halilintar ini dapat menghancurkan bangunan, membunuh manusia, dan memusnahkan pohon. Sedemikian raksasanya sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan terang dibuatnya.

Ini sebagai akibat udara yang terbelah, di mana sambarannya rata-rata memiliki kecepatan 150 ribu kilometer per detik itu juga akan menimbulkan bunyi yang menggelegar.

 Petir

(Foto: Reuters)

Diambil dari berbagai sumber, energi yang dilepaskan sambaran petir konon lebih besar daripada yang dihasilkan pusat pembangkit tenaga listrik. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk bisa mencapai 10 ribu derajat Celcius.

Cahaya yang dikeluarkan petir lebih terang ketimbang cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini