Ilmuwan Temukan Ratusan Bintang Mati Setiap Jam

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 25 April 2018 06:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 24 56 1891090 ilmuwan-temukan-ratusan-bintang-mati-setiap-jam-eBnPLEiBCa.jpg (Foto: NASA/Wired)

JAKARTA - Bintang yang terlihat di langit malam tampak menunjukkan cahaya berkedip-kedip. Rupanya, setiap jamnya terdapat bintang yang mengalami kematian.

Dalam buku Sains dalam Alquran yang ditulis Nadiah Thayyarah, dijelaskan bahwa sains membuktikan setiap bintang memiliki tahapan kehidupan yang harus dilaluinya. Tahapan itu adalah kelahiran, pertumbuhan, kematangan, mendekati-kematian dan ketiadaan.

Dengan bantuan teleskop-teleskop raksasa, para ilmuwan bisa mengetahui bahwa ada ratusan bintang mati setiap jam. Sebagian bintang itu, sebelum padam (mati), sinarnya tiba-tiba bertambah terang, mencapai ratusan ribu kali terangnya matahari dan ukurannya pun membesar ribuan kilometer per detik. Kemudian, bintang-bintang itu meledak dengan dahsyat.

Pada 27 Februari 1987, tampak suatu fenomena yang disebut supernova. Supernova adalah cahaya yang berasal dari ledakan bintang raksasa yang bernama Sanduleak.

Ledakan itu terjadi pada 170 ribu tahun lalu, tetapi cahayanya masih bersisa selama masa itu dan baru sampai kepada manusia pada 27 Februari 1987. Artinya, cahaya bintang tersebut sampai kepada Bumi atau manusia setelah masa 170 ribu tahun setelah ia meledak. Bintang itu sendiri berjarak 150 ribu tahun cahaya dari Bumi.

Sains empiris muncul pada akhir abad ke-20 untuk memperkuat bahwa dalam tahapan kehidupan bintang terdapat masa redup (inkidar) dan masa tak terlihat (thams). Bintang adalah benda langit yang sangat panas, menyala dan bisa menghasilkan cahaya dari dalam dirinya sendiri.

Di antara yang menyebabkan bintang dapat mengeluarkan cahaya ialah terjadinya proses fusi nuklir di dalam tubuh bintang. Maka, jika inti bintang telah berubah menjadi besi, ada dua skenario yang akan dijalani olehnya, tergantung dengan massa permulaannya.

Bintang luar angkasa - NASA

(Foto: NASA)

Skenario pertama, bintang itu meledak. Skenario kedua, bintang itu akan mengerut dan menggumpal. Jika bintang mengerut, materinya menjadi sangat padat sehingga cahayanya tidak bisa lepas meninggalkannya dan bintang itu pun menjadi tidak bisa terlihat.

Baca juga: Terbentuknya Alam Semesta Melalui Peristiwa Ledakan 'Big Bang'

Namun, sebelum itu terjadi, bintang itu terlebih dahulu melewati masa redup. Ia perlahan-lahan semakin redup dan akhirnya lenyap sama sekali cahayanya.

Sebelum manusia mengetahui bahwa cahaya bintang dapat lenyap atau mati, Alquran telah mengungkap mengenai hal ini. "Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan," Surah Al-Mursalat Ayat 8. "Demi bintang ketika terbenam," Surah An-Najm Ayat 1. "Dan apabila bintang-bintang berjatuhan," Surah At-Takwir Ayat 2.

Baca juga: Mengapa Benda Langit Bergerak dalam Lintasan Melengkung?

Kata hawa berarti jatuh dan mati. Sedangkan kata thamasa artinya lenyap bekasnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini