nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

YouTube Hapus 8,3 Juta Video, Ada Apa?

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Rabu 25 April 2018 13:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 25 207 1891218 youtube-hapus-8-3-juta-video-ada-apa-tn50IeRD92.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Sepanjang Oktober hingga Desember 2017, YouTube berhasil menurunkan jutaan konten tak pantas dari platform mereka. Kebanyakan konten tersebut ternyata bersembunyi sebagai konten anak-anak.

Dalam laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan anakan Google tersebut, mereka telah menghapus 8,7 juta konten. 6,7 juta di antaranya merupakan video yang ditandai dan bahkan tidak sampai dilihat oleh kebanyakan pengguna lain.

Mengutip dari laman Engadget, Rabu (25/4/2018), video tersebut kemudian akan melalui proses penyaringan melalui AI mereka menggunakan teknik machine learning. YouTube menjelaskan bahwa penggunaan machine learning untuk mengawasi konten tidak seburuk apa yang dibayangkan pengguna dan memang masih jauh dari kata sempurna.

Akan tetapi, moderator manusia juga masih memiliki peran dalam proses penyaringan tersebut terlebih jika sang AI kurang yakin dengan keputusan mereka. Para moderator akan bertanggungjawab untuk memutuskan apakah akan menarik video atau meletakkannya di belakang gerbang usia, membatasinya untuk pengguna yang login di atas 18 tahun.

Pada Desember lalu YouTube kembali telah melakukan perekrutan 10 ribu pekerja Google untuk meninjau video yang telah ditandai. Di sinilah mereka akan memutuskan apakah video tersebut layak atau tidak layak untuk berada di dalam platform mereka.

 YouTube

(Foto: Reuters)

Sekedar informasi, selama 2017, beberapa pihak telah melaporkan adanya konten-konten yang melanggar peraturan dari YouTube. Salah satu contohnya adalah video berbau pornografi yang berkedok tayangan anak-anak.

Selain itu, Google juga telah memberikan parameter baru di dalam platform mereka. Para kreator konten diharamkan untuk menampilkan video senjata di platform tersebut. Jika membandel, maka saluran para konten kreator tersebut akan dihapus secara permanen.

Tak ketinggalan, YouTube juga semakin membatasi konten monetasi yang ada di dalam platform mereka. Hal ini memaksa para konten kreator untuk membuat konten sesuai keinginan dari pihak YouTube. (chn)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini