nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banjir Twitter Anonim Rentan Dimanfaatkan Kepentingan Politik

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Senin 30 April 2018 13:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 30 54 1892852 banjir-twitter-anonim-rentan-dimanfaatkan-kepentingan-politik-MX7M2oMRac.jpg Twitter (Foto: Okezone)

SAN FRANCISCO - Bagi sebagain pemilik Akun Twitter mungkin merasa senang jumlah follower miliknya meingkat tajam dalam beberapa bulan terakhir, tak hanya ratusan bahkan ribuan akun jumlahnya. Namun perlu dicermati jika followe tersebut tanpa foto profil dan hanya melakukan satu atau dua tweet saja.

Fenomena Bormageddon atau gelombang pasang dari banyaknya akun twitter, diindikasikan merupakan langkah yang dilakukan pihak tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan re-tweet agar mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap sebuah isu yang digulirkan. Cara seperti itu sangat pamungkas untuk menjalankan sebuah isu bagi parpol yang akan bersaing di pilpres 2019.

Bahkan seorang Entrepreneur teknologi asal Kamboja Maya Gilliss-Chapman yang kini bekerja di Silicon Valley memperingatkan bahwa sesuatu yang aneh sedang terjadi Maret-April ini. Akun Twitter dia, @MayaGC, dibanjiri follower pengguna baru Twitter dalam jumlah banyak. "Saya mendapat lebih dari 1.000 follower baru sejak awal Maret. Jadi, itu kira-kira meningkat 227% dalam hanya sebulan," katanya dikutip Hongkongfp.com.

Meski banyak orang mungkin akan senang dengan peningkatan popularitas semacam ini, Maya justru curiga. Apalagi dia sebelumnya pernah bekerja di perusahaan teknologi untuk memberantas spam. Maya tak langsung melakukan follow back (balas mengikuti) akun-akun tersebut. Dia justru melaklukan riset, menyelidiki satu per satu. Hasilnya, ada kesamaan yang mencurigakan!

Inilah fenomena Botmageddon atau "gelombang pasang" kemunculan akun anonim Twitter yang sedang melanda Asia Tenggara dan Asia Timur. Dalam waktu dekat, Indonesia, Kamboja, Malaysia dan Thailand akan menggelar pemilu. Maka, fenomena Botmageddon tidak bisa dianggap sepele.

Di Indonesia sendiri saat ini kita tengah berperang dengan hoax atau kabar yang tidak benar dan tak bisa dipertanggung jawabkan. Sayangnya bot atau follower palsu dari twitter juga harus diwaspadai.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini