nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliki Potensi Luar Biasa, Jadi Alasan Racun Kalajengking Berharga Fantastis

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 09 Mei 2018 14:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 09 56 1896272 miliki-potensi-luar-biasa-jadi-alasan-racun-kalajengking-berharga-fantastis-3qrkNG2hLe.jpg Ilustrasi Kalajengking (foto: Shutterstock)

RACUN kalajengking ramai dibicarakan setelah disinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya, karena memiliki 'potensi luar biasa' dalam dunia kedokteran, menurut peneliti serangga. Presiden Jokowi menyebut harga racun kalajengking fantastis karena mencapai sekitar Rp145 miliar per liter. Sontak hal itu menimbulkan banyak komentar dari para politisi.

Terlepas dari berbagai komentar itu, secara ilmiah, kandungan racun yang dihasilkan kalajengking memang memiliki "potensi luar biasa" untuk menghasilkan obat dalam dunia kedokteran. Hal itu, diakui seorang peneliti serangga dari Institut Teknologi Bandung, Ramadhani Eka Putra.

Jaket Ini Jadi Terobosan Presiden Jokowi Promosikan Asian Games 2018

Rama menjelaskan, saat ini racun kalajengking digunakan sebagai terapi kanker karena molekulnya yang kecil dan dapat mencapai bagian tubuh yang sulit dijangkau, seperti otak.

Inilah tiga hal terkait racun kalajengking yang perlu Anda ketahui.

Harganya Mahal

"Jumlahnya sangat sedikit dan satu kalajengking memiliki karakter racun yang berbeda, dihasilkan untuk membunuh atau karena ketakutan. Sulit sekali membuat racun yang sangat spesifik," kata Rama.

"Pengolahannya susah banget, untuk membuat racun yang sangat spesifik... Pengolahan juga perlu proses dan hanya kurang dari 10 persen dari bagian venom (racun) yang diketahui fungsinya. Karena jumlahnya sedikit dan susah untuk dapat standardisasi maka harganya mahal dan pembeli tak mau beli dari perusahaan yang tak jelas karena ini tekrait dengan riset dan nyawa manusia," tambahnya.

Berdasarkan harga dari perusahaan Sigma Aldrich, salah satu perusahaan resmi yang menjualnya, harga racun kalajengking per 10 mg adalah sekitar Rp16 juta.

Terapi kanker dan potensi terobosan di dunia kedokteran

Jenis racun yang dihasilkan oleh kalajengking adalah racun saraf seperti halnya yang dihasilkan oleh ular kobra.

"Keunikannya bisa berkaitan dengan sel saraf... dan pada saat racun masuk ke sistem saraf, akan masuk ke sistem saraf besar... Dalam beberapa kasus digunakan untuk terapi kanker, karena bisa dengan cepat masuk ke sel saraf terutama di otak. Kasus di Amerika, misalnya adalah anak dua tahun dengan gejala kanker otak dan dipakai dokter untuk terapi dan bisa sampai ke otak."

Tumor (foto: Science Photo Library)

"Beberapa ilmuwan menggunakan sebagai terapi kanker yang baru karena sifatnya cepat dan ukuran yang tak besar (molekulnya) dan bisa masuk dengan cepat ke bagian tubuh yang relatif susah dijangkau oleh obat yang berukuran lebih besar. Biasanya obat kanker itu molekulnya besar," kata Rama.

"Jadi pengobatan dengan racun kalajengking digunakan karena ukurannya lebih kecil yang susah ditembus oleh obat kanker konvensional."

Rama, yang juga dosen dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, ITB, mengatakan racun kalajengking saat ini dipakai sebagai cikal bakal obat masa depan.

"Di masa depan, ini jadi salah satu sumber obat masa depan yang luar biasa. Potensinya luar biasa," kata Rama dan menyatakan tak hanya racun atau bisa kalajengking tapi juga binatang lain.

"Pepida (racun) jenis ini ukurannya kecil dan efek sampingnya kecil. Umurnya pendek dan tak ada istilah kecanduan," tambahnya.

Cara mengambil Bisa Kalajengking

Di sejumlah tempat, kalajengking diternak untuk diambil racunnya guna pengobatan sengatan kalajengking, termasuk di sejumlah negara seperti Afrika. Pengambilan racun dilakukan dengan kejut listrik di ujung ruas-ruas ekor dengan hasil yang sangat sedikit.

"Saat menghasilkan racun, proses fisiologinya sangat mahal untuk dibuat oleh binatang itu karena kaitan dengan makanan, bukan seperti kita menghasilnya keringat. Jadi prosesnya mahal dan energinya tinggi," urai Rama.

Kalajengking(Foto: Reuters)

"Belum ada yang menyebutkan berapa tahun binatang ini bisa milking (diambil racunnya). Bila diambil racunnya, umurnya akan berkurang dan (proses menghasilkan racun) bukan sehari-hari yang dilakukan binatang itu," sambungnya.

Kalajengking biasanya menghasilkan racun untuk membela diri atau saat ketakutan dan mencari mangsa. "Jumlahnya 0,06 mg sampai 0.25 mg sekali dapat, lewat kejutan listrik. Jadi tak bebitu banyak," tegasnya.

Racun bisa diambil paling banyak tiga kali seminggu, tapi menurut Rama, sudah terlalu banyak untuk ukuran kalajengking, yang hidup antara dua sampai tujuh tahun.

"Kalau dipaksa jumlahnya tak optimal, hasilnya harus dikompensasi dengan jumlah makan. Istilahnya membunuh dengan lebih cepat. Kalejengking harus makan dalam jumlah tertentu dan energi tertentu untuk menghasilkan satu milimeter racun," paparnya.

Kalajengking adalah serangga karnivor dengan konsumsi sebagian besar serangga kecil. Rama juga mengatakan kalajengking dengan racun dengan kadar tinggi banyak ditemukan di Afrika dan daerah-daerah gurun, sementara kalajengking di Indonesia tak menghasilkan racun dengan kadar tinggi.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini