Ilmuan Temukan Batuan Kuno dari Masa Primordial Sistem Tata Surya

Mufrod, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 06:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 12 56 1897389 ilmuan-temukan-batuan-kuno-dari-masa-primordial-sistem-tata-surya-QrvNIbpeso.jpg Batuan kuno awa Sistem Tata Surya (Foto: Space)

LONDON - Astronom Inggris Wesley Fraser pertama kali menemukan sebuah asteroid di angkasa. Penemuan ini diakuinya karena benda terseut memantulkan spektrum yang unik yang tertangkap melalui teleskop hubble.

ASteroid yang diberi nama EW95 2004 ini diperkirakan terbentuk dari sabuk asteorid antara Mars dan Jupiter tetapi terlempat keluar sabuk kuiper area penuh es seperti kutub utara yang terdapat di tata surya.

Menurut pernyataan European Southem Observatory (ESO) seperti dilansir dari Space, batuan kuno yang diasingkan ini dari masa primordial sistem tata suraya memberikan bukti yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang seperti apa waktu awal itu.

Tata surya pada awalnya jauh lebih kacau dari saat ini. Model teoritis memprediksi bahwa, selama waktu ini, benda-benda terlempar dari tata surya bagian dalam ke orbit jauh yang jauh, menurut pernyataan tersebut.

Seccull dan timnya mengamati 2004 EW95 yang menggunakan X-Shooter dan spektrograf FORS2 di ESO's VeryLarge Telescope (VLT), dan terlepas dari sensitivitas instrumen ini, tim mengalami kesulitan besar mengumpulkan data dari asteroid.

Thomas Puzia, seorang peneliti di Institute of Astrophysics di Universitas Katolik Kepausan Cile, mengungkap, ini seperti mengamati gunung batu bara raksasa melawan kanvas hitam pekat dari langit malam

"Penemuan asteroid karbon di Sabuk Kuiper adalah verifikasi kunci dari salah satu prediksi fundamental dari model dinamik Tata Surya awal," kata Hainaut. Temuan ini merupakan langkah penting menuju pemahaman yang lebih baik pada tata surya awal kami, tambahnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini