nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gandeng Mobile Legend, UniPin Ekspansi ke Filipina

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 08:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 16 326 1898840 gandeng-mobile-legend-unipin-ekspansi-ke-filipina-YyJaoZyyY5.jpg (Foto: Fiddy Anggriawan/Okezone)

MANILA - UniPin sebagai payment game solution terbesar dan terfavorit di Indonesia kini melebarkan sayap hingga ke Filipina. Kali ini situs penjual voucher game tersebut bekerja sama dengan Mobile Legend untuk menjaring pasar game di Asia Tenggara, lalu mengapa mereka memilih Filipina?

CEO UniPin, Ashadi Ang mengaku, memang banyak yang bertanya mengapa melebarkan sayap di Filipina sebagai upaya awal menjaring pasar game di Asia Tenggara. Dia menjelaskan, Filipina merupakan negara dengan populasi penduduk lebih dari 100 juta orang dan data BPS "negeri penghasil padi" tersebut mencatat 14 hingga 16 persen penduduknya memiliki akun bank.

"Populasi di sini juga 100 juta orang lebih hampir mirip Indonesia. Kemudian penduduk yang memiliki akun bank pertumbuhan sama dengan Indonesia sekira 14-16 persen. Itu alasan mengapa kita mulai di Filipina," ungkap Ashadi dalam acara press conference di High Grounds Cafe, Filipina, baru-baru ini.

Selain itu, lanjut Ashadi, Filipina merupakan pasar vocher game yang ideal dan menjanjikan, karena pertumbuhan pemain game di sini memiliki karakter yang mirip dengan Indonesia. Mantan gamers ini yakin, impiannya manjadi penyedia voucher game di Filipina bisa sama suksesnya seperti di Tanah Air.

"Visi, mimpi kami bisa menggabungkan pengalaman bermain game di semua negara yang ada di Asia Tenggara. Walaupun tampak sulit, namun dengan pengalaman, komitmen, dan dedikasi yang tinggi, kami optimis impian tersebut akan menjadi nyata," ungkap Ashadi.

Dia juga menjelaskan, pihaknya juga ingin mengembangkan eSports (olahraga elektronik) di Filipina. Bahkan, UniPin sudah bekerjasama dengan beberapa mal yang ada di Filipina untuk membuat sebuah kompetisi mobile legend.

"Tahun ini kita fokus di eSports dengan bekerjasama dengan SM Mall, untuk mengadakan turnamen di sekitar 9 mal di Filipina, nanti juara di sini akan ke Jakarta untuk dipertemukan dengan pemenang kompetisi di Indonesia. Di Indonesia sendiri ada kompetisi di 16 kota, finalnya di mall Taman Anggrek di minggu ketiga bulan Oktober 2018," urai Ashadi.

 

(Foto: Fiddy Anggriawan/Okezone)

Pria yang gemar bermain game online ini optimis mampu menjadi market leader penyedia vocher game di Filipina dalam waktu 2 tahun ke depan. Pasalnya, UniPin sudah memiliki pengalaman mumpuni dan inovasi yang selalu dikembangkan.

"Target kita menjadi market leader di Filipina selama 2 tahun ke depan. Kita percaya dengan konten yang kita miliki, kemudian teknologi dan inovasi yang kita kembangkan selama ini di Indonesia dengan pengalaman yang sudah kita miliki dalam mengelola komunitas gamers, kita yakin bisa," tururnya.

(Baca Juga: 3 Juta Data Pengguna Facebook Kembali Dibobol)

Ashadi mengaku, sudah melakukan riset terlibih dahulu sebelum menjadikan Filipina sebagai negara pertama untuk mengembangkan UniPin di Asia Tenggara. Ditambah, dengan dukungan kerjasama beberapa partner di Filipina membuatnya semakin yakin bisa menguasai pasar game di Asia Tenggara, dalam hal payment game.

"Kita sudah melakukannya research selama 1 tahun, pertama kali ke sini kita melihat ini sebagai peluang yang bagus. Terbukti saat partner kita di Filipina menyambut kita dengan sangat baik. Artinya mereka percaya dengan kemampuann kita mengelola begitu banyak transaksi di Indonesia," pungkasnya.

Apa yang membedakan UniPin dengan payment game lain di Filipina?

 

CEO UniPin dalam kesempatan wawancara khusus dengan beberapa media saat menggelar press conference di High Grounds Cafe di Filipina, menjelaskan perbedaan UniPin dengan payment game lain yang ada di "Negeri Lumbung Padi" tersebut.

Menurutnya, jika pada umumnya mereka hanya fokus pada transaksi penjualan. Nah, kalau UniPin, kata Ashadi, fokus juga mengembangkan e-sports yang memiki banyam komunitas. Oleh karenanya, dia memilih Filipina sebagai pijakan awal untuk menguasai pangsa pasar game di Asia Tenggara. 

"Kita di Filipina kita juga ingin mengembangkan e-sports, soalnya kita melihat secara total industri game di Asia Tenggara ini meningkat cukup tajam. Jadi kita fikir setelah 8 tahun melayani user di Indonesia, saat inilah kita melangkan ke luar dan Filipina yang kita pilih dan ini peluang yg ingin kita garap. Ibaratnya eSports ini merupakan denyut nadi kita," paparnya.

Dia juga melihat eSports di Filipina juga cukup berkembang dan mereka juga cukup matang. "Nah kita mau kawinkan itu, jadi antara gemers dan eSports sama-sama menguntungkan. Ini strategi yang ingin kita kembangkan di sini (Filipina)," tegas Ashadi.

 

Setelah Filipina, UniPin Siap Ekspansi ke Empat Negara Lain

Setelah Filipina, CEO UniPin, Ashadi Ang mengaku akan menjajaki Myanmar. Dia melihat, negara berjuluk "Negeri Tanah Emas" tersebut baru terbuka bagi para gamers.

"Jadi banyak sekali peluang-peluang yang bisa digarap. Bahkan, mereka punya istilahnya house of game untuk menyelenggarakan eSports cup. Sehingga bagus ya untuk kita jajaki," kata Lulusan Ilmu Komputer dari Universitas Coverty, Inggris tersebut.

(Baca Juga: Melalui Aplikasi Games, Teroris Bisa Saling Berkomunikasi)

Target selanjutnya, kata Ashadi, adalah Malaysia dan Thailand. Namun, dia belum mau bicara banyak mengenai rencana ekspansinya ke dua negara di Asia Tenggara tersebut. Dia hanya berharap bisa membawa semua negara di Asia Tenggara yang memiliki eSports untuk saling terhubung.

"Harapannya kita bisa membawa semua negara yang memiliki eSports untuk saling konek satu dengan yang lain, kemudian sharing pengalaman bermain game. Itu target kita kenapa mengembangkannya di negara-negara Asia Tenggara," tutup Ashadi.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini