nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ESports Jadi Denyut Nadi UniPin Kuasai Pasar Game Asia Tenggara

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 14:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 16 326 1898976 esports-jadi-denyut-nadi-unipin-kuasai-pasar-game-asia-tenggara-V6FMxEkwVh.jpeg Foto: Fiddy Angriawan/Okezone.

MANILA - Perusahaan payment game terbesar dan terfavorit di Indonesia, UniPin kini telah melebarkan sayap hingga ke Filipina dengan menggandeng Mobile Legend.

Bahkan, UniPin akan menyelenggarakan eSports (olahraga digital), yakni kompetisi Mobile Legend di sejumlah Mall yang ada di Negeri Lumbung Padi tersebut.

"Kita di Filipina juga ingin mengembangkan eSports, soalnya tahun ini kita fokus di eSports kita kerja sama dengan SM mall, untuk mengadakan turnamen di sekitar 9 mal di Filipina, nanti juara di sini akan ke Jakarta untuk dipertemukan dengan pemenang kompetisi di Indonesia. Di Indonesia sendiri ada kompetisi di 16 kota, finalnya di mall taman anggrek di minggu ketiga bulan Oktober," urai CEO UniPin Ashadi Ang di High Grounds Cafe, Filipina, Selasa (15/5/2018).

BACA JUGA: Gandeng Mobile Legend, UniPin Ekspansi ke Filipina

Menurutnya, eSports merupakan denyut nadi dalam mengembangkan bisnisnya dan menjadi pembeda dengan payment game lainnya. "Kita hadir secara berbeda. Jika pasa umumnya mereka hanya fokus pada transaksi penjualan. Nah, kalau kita fokus juga mengembangkan e-sports, dan ini merupakan denyut nadi kita," ungkap mantan gamers itu.

Ashadi juga menjelaskan, banyak sebenarnya yang bisa diprospek di Filipina. Sebab, diakuinya, secara positif perkembangan game di sini sangat mirip dengan Indonesia.

"Nah kita bawa itu ke Filipina. Selain itu kita juga melihat eSports di Filipina juga cukup berkembang dan mereka juga cukup matang. Nah kita mau kawinkan itu, jadi antara gemers dan eSports sama-sama menguntungkan. Ini strategi yang ingin kita kembangkan di sini," tegas Ashadi.

Di Filipina sendiri, Ashadi meyakini bisa menjadi market leader payment game selama 2 tahun ke depan usai launching kemarin. Sebab dia melihat secara total industri game di Asia Tenggara berkembang cukup pesat.

"Jadi kita fikir setelah 8 tahun melayani user di Indonesia, saat inilah kita melangkah ke luar dan Filipina yang kita pilih dan ini peluang yang ingin kita garap. Target kita menjadi market leader di Indonesia selama 2 tahun ke depan," kata lulusan ilmu komputer di Universitas Coventry Inggris tersebut.

"Kita percaya dengan konten yg kita miliki, kemudian teknologi dan inovasi yang kita kembangkan selama ini di Indonesia dengan pengalaman yg sudah kita miliki dalam mengelola komunitas gamers kita yakin bisa," pungkasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini