Bintang di Antariksa Bisa Mati, Ini Penjelasannya

Mufrod, Jurnalis · Sabtu 19 Mei 2018 06:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 19 56 1900159 bintang-di-antariksa-bisa-mati-ini-penjelasannya-HxFudB9UYK.jpg (Foto: NASA/Wired)

JAKARTA - Sains telah membutkikan bahwa setiap bintang memiliki tahapan kehidupan yang harus dilaluinya. Tahapan itu adalah kelahiran pertumbuhan. kematangan, mendekati kematian dan ketiadaan.

Dengan bantuan teleskop raksasa, para ilmuan bisa mengetahui bahwa ada ratusan bintang mati setiap jam, sebagian bintang itu sebelum padam (mati), sinarnya tiba-tiba bertambah terang mencapai ratusan ribu kali terangnya matahari.

Selain itu ukurannya pun membesar ribuan kilometer per detik yang kemudian bintang-bitang tersebut meledak dengan dahsyat.

Sains empiris muncul pada akhir abad ke-20 untuk memperkuat tahapan kehidupan bintang terdapat masa redup (inkidar) dan masa tak terlihat (thams). Bintang sendiri merupakan benda angkasa yang sangat panas, menyala dan bisa menyaka sendiri.

Kondisi bintang seperti itu juga dijelaskan dalam alquran seperti dikutip dari Buku Pintar Sains Dalam Alquran penulis Dr Nadiah Thayyarah.

Allah Berfirman "Demi bintang ketika jatuh" (AN-Najm: 1)

"Dan Apabila bintang-bintang telah menjadi redup." (At-Takwir: 2)

"Maka apabila bintang-bintang telah dilenyapkan." (Al-Mursalat: 8).

Maka dijelaskan pula oleh para ilmuan, bahwa yang menyebabkan adanya nyala tersebut adalah terjadinya fusi nuklir di dalam tubuh bintang. Maka jika inti bintang telah berubah menjadi besi ada dua skenario yang akan dijalani olehnya.

(Baca Juga: Asteroid Sebesar Lapangan Bola Tengah Mendekati Bumi)

Skenario pertama bintang itu meledak dan skenario kedua, bintang akan mengerut dan menggumpal. jika bintang mengerut materinya menjadi sangat padat sehingga cahayanya tak bisa lepas meninggalkannya dan bintang itu pun menjadi tak bisa terlihat.

(Baca Juga: Ilmuan Antariksa Sebut Pluto Merupakan Planet)

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini