nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bumi Terus Mengalami Penyusutan, Ini Penjelasannya

Mufrod, Jurnalis · Senin 21 Mei 2018 07:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 21 56 1900612 bumi-terus-mengalami-penyusutan-ini-penjelasannya-zYcEM8fETu.jpg Bumi (Foto: Google Earth)

JAKARTA - Permukaan bumi tidaklah rata, dimana terdapat batu-batuan yang menonjol ke atas, gunung dan lembah-lembah curam. Itu semua disebut tepi bumi. Di sisi lain bumi hampir mirip seperti bola, ia mempunyai dua kutub dan garis equator yang juga disebut tepi bumi.

Dalam kutipan Buku Pintar Sains Dalam Alquran, Dr Nadiah Thayyarah, kalangan musafir terdahulu menyebutkan, dikuranginya bumi dari tepi-tepinya mempunyai dua kemungkinan makna, pertama yakni kematian para ulama yang menyebabkan kerusakan besar bagi kehidupan. kedua, runtuhnya daerah-daerah kekuasan kaum kafir oleh penaklukan Islam. Inilah dua makna dikuranginya bumi dari bagian tepi.

Ketentuan tersebut juga dijelaskan menurut Alquran Surah Al-Rad ayat 41, dimana Allah telah berfirman:

"Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi (Nangushuha) daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dialah Yang Maha cepat hisab-Nya."

Kata Nangushuha sendiri menggunakan kata kerja yang akan datang (mudhari) artinya proses pengikisan bumi sudah terjadi sejak dahulu dan masih terus berkelanjutan sampai sekarang.

Sedangkan menurut ilmu pengetahuan modern menjelaskan penyusutan bumi menyusut secara periodik dan berkelanjutan dari setiap tepinya atau dari setiap kutubnya.

Penyusutan terjadi akibat keluarnya berjuta-juta ton material bumi dalam bentuk gas, uap, benda cair dan benda lain dari mulut gunung berapi yang terjadi secara periodik. Kondisi tersebut kemudian juga dikuatkan oleh para ilmuan lain yang mengungkap Bumi mengalami penyusutan sebesar 200 kali lipat dari ukuran sebelumnya.

Cepatnya perputaran bumi pada porosnya (rotasi) dan kuatnya pemuntahan pusat bumi atas material telah mengakibatkan penyikisan di dua kutub. inilah penafsiran bumi dari tepi-tepinya, hal mana yang kemudian memberi bentuk bulat telur (elips) bukan bulat bola pada bumi.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini