nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apple Akhirnya Loloskan Pembaruan Telegram

Agregasi Antara, Jurnalis · Minggu 03 Juni 2018 13:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 03 207 1905941 apple-akhirnya-loloskan-pembaruan-telegram-8JjBjl3pqO.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Gara-gara diminta Rusia untuk menghapus Telegram dari App Store, Apple sempat mengalami kendala untuk memperbarui aplikasi berbagi pesan tersebut.

Pendiri Telegram Pavel Durov mengeluhkan Apple gagal mengedarkan pembaruan aplikasi itu secara global, seperti dilansir dari laman Phone Arena. Ia berterima kasih pada Apple dan Tim Cook karena “mengizinkan mengirimkan versi terbaru ke jutaan pengguna”.

Meskipun akhirnya Apple meloloskan pembaruan ini, sebetulnya versi terbaru untuk Telegram sudah ada di meja tinjauan mereka sejak April. Durov pun menyangka Apple ada di pihak Rusia dalam hal ini.

Seperti diketahui, layanan Keamanan Federal Rusia (FSB) meminta Telegram menyerahkan kunci enkripsi, yang jelas ditolak oleh perusahaan yang mengusung keamanan bagi penggunanya. FSB beralasan untuk melihat percakapan orang atau kelompok tertentu.

 

Roskomnadzor, biro federal yang mengurusi sensor komunikasi, mendapatkan izin dari pengadilan Rusia untuk memblokir layanan Telegram di negara tersebut. Kemudian, biro tersebut menyurati Apple dan Google agar aplikasi Telegram dihapus dari App Store dan Google Play Store.

Baca juga: Ingin Chatting WhatsApp Tanpa Repot Ngetik? Begini Caranya

Dalam surat kedua, biro itu kembali meminta Apple untuk menghapus Telegram dari App Store dan memblokir push notification yang dikirimkan ke pengguna Rusia.

 

Apple diberi tenggat waktu sebulan untuk memenuhi aturan tersebut. Jika tidak, distribusi App Store juga akan diblokir di negara tersebut.

Baca juga: Ini Fitur-Fitur Xiaomi Mi 8 dengan Snapdragon 845

Apple biasanya memenuhi permintaan pemerintah negara mana pun untuk menyesuaikan dengan peraturan setempat. Beberapa waktu sebelumnya, mereka menghapus aplikasi VPN dari App Store di China karena dilarang pemerintah.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini