Riset Nielsen: Pengguna Internet Meningkat 12% Setelah Buka Puasa

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 07 Juni 2018 17:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 07 207 1907886 riset-nielsen-pengguna-internet-meningkat-12-setelah-buka-puasa-vwVhKng4qP.jpg (Foto: BetaNews)

JAKARTA – Pada saat sahur, satu keluarga menyantap makanan bersama dan bisa menyaksikan saluran TV yang sama. Data menunjukkan terdapat peningkatan jumlah penonton TV saat waktu sahur.

“Konsumsi media TV meningkat seiring dengan meningkatnya durasi menonton, yang biasanya rata-rata menonton TV hanya 4 jam 53 menit, di bulan Ramadhan meningkat menjadi 5 jam 19 menit,” kata Executive Director Media Business Nielsen Indonesia, Hellen Katherina melalui keterangan tertulis, Kamis (7/6/2018).

Tidak hanya konsumsi media TV, internet pun banyak diakses oleh para pengguna. Mengakses internet telah menjadi gaya hidup di era digital saat ini.

Menurut Nielsen Consumer & Media View, konsumen menghabiskan waktu 3 jam 17 menit untuk mengakses internet, peningkatan penggunaan internet yang paling tinggi ditemukan setelah buka puasa (pukul 19.00-21.59) sebesar 12%. Sementara yang paling banyak diakses adalah video, berita lokal maupun internasional dan belanja online.

 

Terkait perilaku belanja online pada bulan Ramadan, konsumen lebih banyak membeli produk dari kategori makanan dan minuman, perabot rumah tangga, pakaian dan produk yang berhubungan dengan traveling menjelang Hari Raya.

Keinginan untuk tampil beda di Hari Raya dan adanya dana THR mendorong keinginan konsumen untuk membeli perangkat smartphone baru atau bahkan melakukan upgrade kendaraan.

Selama bulan Ramadan, ditemukan adanya peningkatan kepemilikan smartphone sebesar 7% dan juga rencana untuk membeli smartphone mengalami peningkatan 4 kali lipat. Selain itu, kepemilikan mobil meningkat 21 persen dan rencana untuk membeli mobil juga meningkat 3.5 kali lipat.

Kegunaan produk-produk seperti penyegar mulut, susu kental manis, teh celup, kopi instan dan mi instan di bulan Ramadhan menjadikan produk-produk yang termasuk dalam kategori-kategori tersebut muncul di setiap daftar belanja konsumen.

Sementara itu, data Nielsen Advertising Intellegence (Ad Intel) menunjukkan, perubahan pola konsumsi dan perilaku dari konsumen selama bulan Ramadan 2018, rupanya membuat para pengiklan dari kategori produk tertentu untuk menangkap peluang tersebut dengan meningkatkan aktivitas beriklannya di media.

Berdasarkan kategori produk yang aktivitasnya meningkat pesat pada jeda iklan (Commercial Break) selama minggu pertama Ramadan di antaranya adalah Layanan Online dengan belanja iklan sebesar Rp223 Miliar (meningkat 76% dibandingkan dengan periode sebelum Ramadan).

 

Kategori lain yang mengalami peningkatan adalah kategori Jus dan Sirup dengan total belanja iklan Rp101 Miliar, meningkat sangat tinggi sebesar 447%. Kategori Minuman Siap Minum menjadi kategori yang meningkat juga dengan total belanja iklan Rp70 Miliar dan tumbuh 110%.

Kategori Material Bangunan juga meningkat pesat dengan total belanja iklan Rp66 Miliar dan pertumbuhan mencapai 114%.

Baca juga: Adu Spesifikasi Asus ROG Phone dan Xiaomi Black Shark, Siapa yang Menang?

Untuk penempatan iklan dalam program (In-Program Ads), jumlah tayangan iklan dari kategori Kopi dan Teh meningkat sebesar 29%, kategori Komunikasi meningkat sebesar 77%, Tekstil & Garmen (didominasi oleh produk Sarung) meningkat sebesar 294%.

Kategori Material Bangunan juga mengalami peningkatan sebesar 294% dan Kategori Produk Obat Antasida mengalami peningkatan hingga 1563%.

Jika melihat iklan radio di periode Ramadan 2017, belanja iklan yang terbesar datang dari industri Layanan Online sebesar 18.8 miliar (meningkat 46% dibandingkan periode sebelum Ramadan) kemudian disusul oleh produk kategori petroleum seperti oli dan bahan bakar kendaraan dengan peningkatan yang tinggi sebesar 240%.

Baca juga: Bocoran Galaxy Note 9 dengan Pemindai Sidik Jari 'Kotak'

“Kategori-kategori yang mengalami peningkatan tersebut biasanya adalah yang memang berhubungan dengan kebiasaan di bulan Ramadan atau Lebaran sebagai respon dari pengiklan untuk memanfaatkan peluang yang tercipta di market. Bahkan beberapa kategori produk seperti sirup atau sarung hanya fokus beriklan menjelang bulan Ramadan hingga Lebaran sepanjang tahunnya,” ungkap Hellen Katherina, Executive Director Media Business, Nielsen Indonesia.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini