Waktu Sahur, Jumlah Penonton TV Capai 7 Juta Pemirsa per Hari

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 07 Juni 2018 18:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 07 207 1907907 waktu-sahur-jumlah-penonton-tv-capai-7-juta-pemirsa-per-hari-BYetzeETGs.jpg (Foto: French Notes)

JAKARTA - Bulan Ramadan memberi dampak perubahan pada pola konsumsi konsumen serta strategi pemilik brand. Menurut keterangan resmi dari Nielsen Indonesia, Kamis (7/6/2018), jumlah penonton TV di 11 kota besar meningkat dari rata-rata 5,9 juta per hari menjadi 7 juta per hari.

Jumlah penonton mengalami peningkatan terutama di waktu sahur. Konsumsi media TV meningkat seiring dengan meningkatnya durasi menonton, yang biasanya rata-rata menonton TV hanya 4 jam 53 menit, di bulan Ramadan meningkat menjadi 5 jam 19 menit.

Bulan Ramadan juga memunculkan kecenderungan untuk menonton TV bersama keluarga dengan adanya peningkatan co-viewing untuk anak usia 5-14 tahun yang ditemani oleh penonton usia 20 tahun ke atas meningkat sebesar 31%. Jumlah jam tayang tipe program keagamaan (religi) meningkat, namun tipe program series masih menjadi program yang paling banyak dikonsumsi selama bulan Ramadhan.

Tak hanya televisi yang mengalami peningkatan konsumsi, selama bulan Ramadan konsumen yang mendengarkan radio juga meningkat 13 persen, menjelajahi internet meningkat 9 persen dan yang menonton bioskop meningkat 17 persen.

 

Menariknya, peningkatan jumlah pendengar radio yang paling besar ditemui di dua kota yang menjadi tempat terselenggaranya Asian Games ke-18 yaitu, Jakarta (+10%) dan Palembang (+23%).

Baca juga: Adu Spesifikasi Asus ROG Phone dan Xiaomi Black Shark, Siapa yang Menang?

Di kedua kota ini pun terjadi perubahan kebiasaan dalam mendengarkan radio, yaitu pendengar lebih banyak mendengarkan radio melalui radio tape selama bulan Ramadan sedangkan di periode sebelumnya lebih banyak menggunakan handphone.

“Perubahan kebiasaan, seperti peningkatan kepemirsaan TV, peningkatan jumlah TV co-viewing dan berubahnya medium yang digunakan untuk mendengarkan radio dari personal device (HP) menjadi collective device (radio tape), mengindikasikan bahwa bulan Ramadan membuat orang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di rumah,” Kata Hellen Katherina, Executive Director Media Business, Nielsen Indonesia.

 

Baca juga: Bocoran Galaxy Note 9 dengan Pemindai Sidik Jari 'Kotak'

Berdasarkan rata-rata 11 kota yang disurvei Nielsen, pada bulan Ramadhan para pendengar radio yang lebih memilih mendengarkan konten religi meningkat 11 persen. Peningkatan tertinggi berada di Yogyakarta (+38%), Jakarta (+31%), Makassar (+27%) dan Palembang (+25%).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini