nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Dua Pendiri WhatsApp Mundur dari Facebook

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2018 16:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 08 207 1908322 ini-alasan-dua-pendiri-whatsapp-mundur-dari-facebook-ZOiD3lbK4R.jpg Jan Koum, Salah Satu Pendiri WhatsApp (Foto: Reuters)

JAKARTA - Salah satu pendiri WhatsApp, Jan Koum meninggalkan perusahaan seperti dilaporkan bulan lalu. Kabar ini datang karena Facebook menghadapi kritik dalam skandal kebocoran data Analytica Cambridge.

Dilansir Indianexpress, Jumat (8/6/2018), sebelumnya pada Maret, salah satu pendiri WhatsApp lainnya, Brian Acton mengungkap via tweet yang menyebutkan telah tiba waktunya untuk menghapus Facebook.

Acton mengundurkan diri dari perusahaan pada September 2017 dan tweet-nya menarik banyak perhatian. Kini, laporan baru di Wall Street Journal telah mengungkap mengapa Koum dan Acton meninggalkan Facebook.

Menurut laporan Wall Street Journal, berbagai hal tidak berakhir dengan baik antara pendiri WhatsApp, Acton dan Koum serta CEO Facebook Mark Zuckerberg dan COO Sheryl Sandberg.

 

Adanya peningkatan tekanan pada keduanya untuk model bisnis baru untuk mendapatkan penghasilan aplikasi perpesanan yang ditolak oleh pendiri WhatsApp.

Baca juga: Usung OS Android, BlackBerry Ungkap Key2 dengan Layar 4,5 Inci

Bahkan, kedua pendiri telah menyerahkan saham senilai USD1,3 miliar, setelah mereka mengundurkan diri dari perusahaan. Laporan itu mengatakan, bahwa Koum dan Acton memiliki "perselisihan dalam beberapa tahun terakhir" dengan Zuckerberg dan Sandberg, dan "lingkungannya sangat pasif-agresif," menurut sumber yang tidak disebutkan namanya.

 

Ada beberapa masalah ketidaksesuaian budaya antara karyawan WhatsApp dan Facebook juga. Selain itu, baik Zuckerberg dan Sandberg meminta pendiri WhatsApp untuk melihat iklan sebagai model pendapatan.

Baca juga: Adu Spesifikasi Asus ROG Phone dan Xiaomi Black Shark, Siapa yang Menang?

Ketika Koum dan Acton telah meluncurkan aplikasi perpesanan, idenya adalah untuk terus menjaga agar iklan sepenuhnya tak muncul.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa Facebook sedang menjajaki ide menambahkan iklan di Fitur Status WhatsApp. Pada konferensi F8 Developer tahun ini, Facebook mengungkapkan bahwa WhatsApp Stories memiliki lebih dari 450 juta pengguna setiap hari.

Ini terlihat seperti Koum telah menunjukkan bahwa iklan di WhatsApp tidak dapat dihindari, menurut laporan itu.

Sebelumnya ketika Koum mengumumkan pengunduran dirinya, Washington Post telah melaporkan bahwa ini karena bentrokan kebijakan privasi dan kemungkinan melemahnya enkripsi WhatsApp.

Sekadar informasi, WhatsApp diakuisisi oleh Facebook pada 2014 dengan biaya USD19 miliar, yang merupakan akuisisi paling mahal untuk jaringan sosial.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini