Share

Go-Jek Rilis Go-Viet dan GET di Vietnam dan Thailand

Agregasi Tech In Asia, Jurnalis · Selasa 26 Juni 2018 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 26 207 1914266 go-jek-rilis-go-viet-dan-get-di-vietnam-dan-thailand-wpJwYoSsE2.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Go-Jek baru-baru ini mengumumkan ekspansi ke Vietnam dan Thailand. Bekerjasama dengan perusahaan di negara setempat, ini dalam rangka ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara.

Situs Techinasia melaporkan, pengelola kedua perusahaan tersebut merupakan sumber daya lokal dengan dukungan teknologi serta investasi dari Go-Jek. Bukan lagi mengusung nama Go-Jek, melainkan Go-Viet yang diperkenalkan di Vietnam dan akan memasuki tahap pengujian beta pada Juli 2018.

Sedangkan peluncuran GET masih menunggu hasil konsultasi dengan para pemangku kepentingan di Thailand. Pada tahap awal, kedua perusahaan ini akan menghadirkan layanan ride hailing dan logistik.

Namun pihak Go-Jek tak menyebutkan jenis transportasi apa yang disediakan untuk layanan ride hailing. Ke depannya, Go-Viet dan GET juga akan menghadirkan layanan pesan antar makanan dan pembayaran elektronik.

 

Nguyen Vu Duc akan menjabat sebagai CEO & Co-Founder GO-VIET. Sedangkan Pinya Nittayakasetwat mengisi jabatan sebagai CEO & Co-Founder GET.

Baca juga: Nokia 8110 4G Meluncur, Intip Spesifikasi dan Harganya

Sekadar informasi, mendirikan perusahaan di Vietnam dan Thailand merupakan bagian dari rencana Go-Jek untuk berekspansi ke empat negara di wilayah Asia Tenggara. Go-Jek menyiapkan dana sebesar USD500 juta (sekira Rp7,1 triliun) untuk mendukung rencana tersebut.

Rencana ekspansi ke negara lain di Asia Tenggara disebut sejalan dengan penggalangan investasi Go-Jek seri terakhir. Sebelumnya, Go-Jek menerima investasi dari Astra, Google, Tencent, JD, Temasek, dan Meituan-Dianping.

 

Baca juga: Bocoran Spesifikasi Samsung Android Go Beredar, Dibanderol Murah?

Kompetitor mereka Grab yang juga menyediakan layanan on demand, belum lama ini mengumumkan investasi terbaru dari Toyota sebesar USD1 miliar (sekira Rp13,8 triliun) yang rencananya akan digunakan untuk membuat jaringan transportasi yang lebih efisien, hingga mengembangkan layanan GrabFood dan GrabPay.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini