Aplikasi Noompang Mudahkan Transportasi Jakarta-Bandung, Seperti Apa?

Agregasi Tech In Asia, Jurnalis · Kamis 28 Juni 2018 08:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 27 207 1914885 aplikasi-noompang-mudahkan-transportasi-jakarta-bandung-seperti-apa-gZnihiA95k.jpg Ilustrasi (Foto: SCRAM Systems)

JAKARTA - Kemacetan seringkali terjadi di jalan raya, terutama pada jam-jam sibuk. Salah satu penyebabnya ialah kuantitas kendaraan misalnya mobil yang begitu melonjak di jalan, sehingga menyebabkan kemacetan.

Dilaporkan Techinasia, Indonesia merupakan negara dengan jumlah kendaraan roda empat terbanyak di Asia Tenggara. Berdasarkan data Korlantas Mabes Polri di tahun 2016, terdapat lebih dari 3,67 juta mobil pribadi di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi saja.

Sedangkan untuk seluruh Indonesia sendiri, jumlah kendaraan roda empat pada tahun 2015 lalu sudah mencapai 13,5 juta mobil, dan dipastikan bakal terus bertambah setiap tahunnya.

Meskipun berjumlah banyak, bukan berarti moda transportasi roda empat ini bisa diakses dengan mudah oleh sebagian dari 261 juta jiwa penduduk negara ini. Hal inilah yang sempat dirasakan oleh Founder Noompang Mirsa Sadikin ketika menempuh pendidikan di Bandung beberapa tahun silam.

 

Baca juga: 3 Fitur Baru Instagram, Video Chat hingga Kanal Topik di Explore

Karena tak memiliki cukup biaya untuk pulang pergi Jakarta-Bandung setiap minggu, Mirsa yang saat itu sering menumpang temannya untuk memenuhi kebutuhan transportasi antarkota merasakan betul manfaat ride sharing bagi pihak-pihak yang memiliki keterbatasan.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Mirsa bersama ketiga koleganya lantas mencoba memenuhi kebutuhan layanan ride sharing, dengan mendiringkan startup bernama Noompang. Nama startup yang ia dirikan berasal dari kata numpang yang berarti ikut serta dalam suatu kegiatan.

Baca juga: 5 Aplikasi yang Banyak Menyedot Kuota Internet Anda

Dengan harapan membantu pihak lain yang juga mengalami situasi sama dengan dirinya saat berkuliah dulu. Noompang hadir di tahun 2017 sebagai solusi alternatif transportasi modern di tengah maraknya penggunaan layanan ride hailing di sekitar.

Mirsa menjelaskan bahwa Noompang hadir untuk memberikan akses transportasi lewat pembagian kursi kosong kepada pengguna lain dengan imbalan biaya transportasi. Dengan menggunakan Noompang, ia mengklaim biaya yang dikeluarkan oleh pengguna jauh lebih murah dibanding pilihan transportasi lainnya.

"Layanan yang kami tawarkan adalah ride sharing untuk mengurangi biaya transportasi, bukan untuk mencari keuntungan," ujar Mirsa Sadikin, CEO Noompang.

Sejauh ini, rata-rata biaya perjalanan yang ditawarkan pengguna di platform Noompang bisa mencapai Rp50.000 untuk rute Jakarta-Bandung, di mana tarif transportasi umumnya menghabiskan dua kali lipat (bahkan lebih) dari biaya tersebut.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini