Saingi Tik Tok, Aplikasi LIKE Tawarkan Sistem Sensor yang Ketat

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 06 Juli 2018 11:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 06 207 1918749 saingi-tik-tok-aplikasi-like-tawarkan-sistem-sensor-yang-ketat-tDkE7G99tY.jpg Aplikasi LIKE

JAKARTA - Aplikasi bertema video tampak semakin populer beberapa waktu belakangan ini. Selain Tik Tok, ternyata ada aplikasi lainnya yang mengusung tema serupa.

Melalui keterangan resmi yang diterima Okezone, Jumat (6/7/2018), LIKE, salah satu aplikasi sejenis yang tersedia di Indonesia. LIKE yang diluncurkan pada Agustus 2017 ini diklaim memiliki sistem penyaringan dan pelaporan yang terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Selain menggunakan kecanggihan teknologi AI, monitoring juga dilakukan oleh manusia secara manual 7x24 jam untuk membangun ekosistem dan konten berkualitas tinggi untuk semua lapisan masyarakat.

Selain tim di Indonesia, aplikasi LIKE juga memiliki pusat Riset dan Pengembangan (R&D) di Singapura yang saat ini sedang merekrut tim yang terdiri dari 100 ahli AI dan insinyur untuk melakukan monitoring konten video.

Baca juga: 5 Aplikasi yang Banyak Menyedot Kuota Internet Anda

Pusat R&D ini juga bertanggungjawab untuk kemajuan serta kualitas konten perusahaan. Sistem AI yang ada inilah yang akan menghapus semua konten video negatif yang di-upload oleh para pengguna.

 

Selain sistem kontrol konten yang komprehensif, LIKE juga memungkinkan pengguna untuk membuat konten yang unik dan super kreatif dengan berbagai efek sihirnya. Sejak 11 bulan lalu diluncurkan, aplikasi yang memang ditujukan bagi pengguna berusia 16 tahun ke atas ini memang sudah menjadi salah satu komunitas video pendek paling populer di kalangan anak muda di Indonesia.

Baca juga: Stop Konten Negatif, Sistem Filtering Tik Tok Libatkan Manusia dan Teknologi AI

“Aplikasi LIKE berkomitmen untuk membentuk sebuah komunitas video pendek yang sehat dan kreatif bagi kaum muda. Teknologi AI dan efek sihir kami yang dikembangkan secara independen memungkinkan semua lapisan masyarakat untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka,” ungkap Aaron Wei, Wakil Presiden Senior BIGO Technology

LIKE dilengkapi dengan lebih dari 300 efek yang unik, mengandalkan teknologi Augmented Reality (AR) dan AI untuk memanipulasi bentuk tubuh, menyematkan efek yang dinamis serta latar belakang.

Diluncurkan pada Agustus 2017, LIKE telah memiliki lebih dari 50 juta pengguna di lebih dari 200 negara.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini